Suara.com - Memiliki hunian tak lagi hanya sebatas tempat tinggal, melainkan juga bagian dari strategi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Mengubah biaya sewa menjadi kepemilikan aset menjadi salah satu langkah cerdas untuk membangun kekayaan. Hal ini ditegaskan oleh Miranda DWK, Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group.
Menurut Miranda, rata-rata biaya sewa rumah dua kamar di Jakarta Barat mencapai Rp3 juta per bulan. Jumlah ini setara dengan cicilan bulanan untuk unit dua kamar di Green Royal, properti milik Agung Sedayu Group.
"Selama menyewa, uang yang keluar tidak akan kembali. Tapi kalau membeli, unit menjadi milik Anda sepenuhnya dan bisa diwariskan ke anak cucu," jelas Miranda, dikutip Sabtu (23/8/2025).
Miranda memaparkan tiga faktor utama yang membuat properti menjadi investasi menarik.
Pertama, kepemilikan aset, properti yang dilengkapi fasilitas premium dapat meningkatkan nilai jualnya di masa depan. Sebagai contoh, Green Royal menawarkan gym, clubhouse, dan kolam renang tanpa biaya tambahan.
"Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga secara signifikan menaikkan nilai properti di masa depan," imbuhnya.
Kedua, potensi keuntungan investasi juga sangat bergantung pada lokasi. Pilih lokasi kawasan komersial yang sedang berkembang pesat, hal ini dianggap sebagai prospektif. "Lokasi ini bukan hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga prospektif untuk investasi," ujar Miranda.
Ketiga, untuk memudahkan para investor muda, cari pengembang yang menawarkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berjenjang. Program ini sangat relevan dengan tren saat ini di mana kaum muda ingin mulai berinvestasi sejak dini. Ditambah lagi, hingga akhir Desember 2025, pemerintah masih memberikan subsidi PPN 100%.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 22 Agustus 2025 Naik Lagi, Ini Rincian dan Faktor Pemicunya
"Dengan adanya subsidi ini, biaya awal untuk membeli unit menjadi jauh lebih ringan. Kesempatan seperti ini jarang datang dua kali," pungkas Miranda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802
-
Peta Baru Industri EV: BEI Jadi Gelanggang Adu Kuat Raksasa Nikel Global
-
Beras Premium Bulog Mejeng di Rak Bin Dawood dan Lulu, Siap Garap Pasar Arab Saudi
-
Emiten NETV Tiba-tiba Ditinggal Direktur Utamanya
-
Impor 105 Ribu Pikap India PT Agrinas Dianggap Berlawanan dengan Program Prabowo
-
Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya
-
Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari
-
Defisit APBN Capai Rp 54,6 T per Januari 2026, Purbaya Klaim Masih Terkendali
-
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
-
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump