-
Empat sekuritas diserang siber, celah RDN dieksploitasi lewat API
-
Serangan siber RDN terjadi multi-tahap, curi data lalu transfer ilegal
-
Sekuritas harus segera perkuat API, enkripsi KYC, dan deteksi real-time
Suara.com - Keamanan siber perusahaan sekuritas di Indonesia tengah menjadi sorotan usai serangkaian insiden kejahatan digital yang menimpa empat pemain besar pasar modal.
NH Korindo, Trimegah, RHB, dan Panca Global tercatat mengalami serangan siber sepanjang Mei hingga September 2025, dengan pola serangan yang sama-sama menyasar celah di Rekening Dana Nasabah (RDN).
Lembaga konsultan keamanan ITSEC Asia dalam whitepaper bertajuk 2025: Cyberattacks on RDN Accounts in Indonesia memaparkan bahwa para penjahat siber kerap memanfaatkan kelemahan Application Programming Interface (API) yang menghubungkan broker dengan sistem kliring dan settlement.
"Pelaku berfokus pada pintu belakang fitur API yang menghubungkan broker dengan infrastruktur kliring dan settlement guna menyelundupkan data Know Your Customer (KYC), memonitor dana yang tersedia, dan melakukan transfer secara tidak sah ke rekening dormant," tulis ITSEC Asia seperti dikutip, Jumat (3/10/2025).
Menurut ITSEC Asia, serangan biasanya berlangsung dalam beberapa tahap: membobol API, mencuri data KYC, membuat otorisasi palsu, lalu menyalurkan dana secara ilegal ke rekening dormant.
Kondisi ini diperparah oleh sejumlah faktor, seperti lemahnya pengelolaan API, data KYC yang terpusat, akun RDN yang lama tidak aktif, serta kemampuan deteksi anomali yang belum real-time.
Semua insiden RDN pada 2025 menunjukkan serangan di era modern ini menggunakan kemampuan intrusi, pencurian data, penipuan keuangan menjadi operasi multi-stage yang dapat mengancam seluruh segmen pasar.
"Untuk memperbaikinya butuh aksi terkoordinasi mulai dari keamanan API yang lebih baik, perlindungan KYC diperkuat, deteksi perilaku real-time, dan pendekatan rantai suplai terhadap risiko yang dihadapi vendor," lanjut laporan tersebut.
ITSEC Asia juga memberikan rekomendasi konkret agar sekuritas bisa segera meningkatkan pertahanan.
Baca Juga: Awal Oktober Merah, IHSG Dihantam Aksi Profit Taking Saham Big Caps
Dalam jangka pendek, perusahaan disarankan membekukan sementara transfer keluar dari RDN, menyimpan semua log aktivitas (API, database, SIEM, firewall), melakukan rotasi kredensial, serta menerapkan multi-factor authentication (MFA) untuk semua akun vendor. Koordinasi dengan bank guna memblokir rekening dormant yang mencurigakan juga dianggap mendesak.
Sementara dalam jangka panjang, perusahaan sekuritas disarankan untuk mengurangi ketergantungan pada satu vendor, melindungi data KYC dengan enkripsi, serta menggelar simulasi serangan secara berkala.
ITSEC Asia juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara sekuritas, regulator, dan bank guna memperkuat pertahanan bersama.
Dengan serangan siber yang semakin canggih dan berlapis, keamanan digital tak lagi sekadar pelengkap. Bagi sekuritas, pengamanan data nasabah dan infrastruktur transaksi kini menjadi pondasi utama untuk menjaga kepercayaan pasar modal Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu
-
FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya
-
Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI
-
Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan
-
Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar
-
Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tembus Rp491,63 Triliun