-
OJK memperkuat pengawasan industri pergadaian untuk mencegah penyalahgunaan barang jaminan.
-
Pengembangan tata kelola, digitalisasi, dan perluasan pembiayaan mikro didorong untuk meningkatkan daya saing industri.
-
OJK juga memperkuat ekosistem pergadaian syariah melalui peningkatan SDM, regulasi, dan infrastruktur.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengawasi penyalahgunaan barang jaminan di bisnis industri pergadaian.
Sebab, risiko penyalahgunaan barang jaminan yang masih terjadi.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman, mengatakan, terus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan barang jaminan.
"OJK terus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan barang jaminan melalui program kerja yang telah tercantum dalam roadmap Pergadaian, antara lain penegakan ketentuan dan pengawasan berbasis risiko," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Adapun pembangunan sistem terkait pengelolaan barang jaminan saat ini merupakan kebijakan masing-masing perusahaan pergadaian.
Namun, tetap berpedoman pada prinsip tata kelola dan pelindungan konsumen.
Selain itu, OJK mendorong pencapaian target porsi pinjaman gadai dengan memastikan industri tetap fokus pada produk gadai sebagai keunggulanutama, melalui penguatan tata kelola, efisiensi operasional, dan pengembangan produk berbasis agunan.
"Peluang peningkatan juga datang dari digitalisasi dan perluasan pembiayaan bagi segmen mikrodan ultra-mikro," katanya.
Untuk itu, dorongan konsolidasi bersifat encouragement, yang bertujuan untukmemperkuat permodalan, tata kelola, dan efisiensi.
Baca Juga: Kerugian Scam Tembus Rp7,3 Triliun: OJK Ingatkan Anak Muda Makin Rawan Jadi Korban!
Sehingga, dapat daya saing industri, dengan tetap memperhatikan prinsipkehati-hatian dan pelindungan konsumen. Diversifikasi menjadi salah satu kunci peningkatan daya saing.
"OJK mendorong penguatan kompetensipenaksir, tata kelola, dan infrastruktur agar industri dapat memperluasjenis agunan serta segmen pasar, termasuk pengembangan layananpembiayaan mikro dan gadai berbasis aset," bebernya.
Dia menambahkan, saat ini terdapat satu unit usaha syariah dan empat perusahaan pergadaian syariah.
Perkembangannya perlu terus diperkuat antara lain karena keterbatasan pemahaman prinsip syariah dan infrastruktur teknologi.
"OJK terus memperkuat kapasitas SDM, penguatan regulasi, sertakolaborasi dengan lembaga lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekosistem pergadaian syariah," tegasnya.
Berita Terkait
-
OJK Dorong Bank Kecil dengan Modal Minim untuk Konsolidasi
-
OJK Tegaskan SLIK Bukan Penghambat untuk Pinjaman Kredit
-
100.565 Rekening Telah Diblokir Terkait Penipuan, Total Kerugian Masyarakat Capai Rp 7,5 Triliun
-
Waduh, Kesadaran Masyarakat Indonesia Melek Keuangan Syariah, Masih Kecil!
-
OJK Beri Syarat jika Himbara Mau Naikkan Bunga Deposito Valas
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum