- Kemensos mulai menyalurkan bansos reguler dan BLTS tahap kedua minggu ini.
- PT Pos Indonesia ditunjuk menjadi mitra penyalur utama untuk mempermudah akses penerima baru.
- Total kuota penyaluran Triwulan IV 2025 mencapai 35.046.783 KPM dengan nominal bantuan bervariasi antara Rp900 ribu sampai Rp1,2 juta.
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) membawa kabar segar bagi masyarakat di penghujung tahun ini.
Penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler serta Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tahap kedua dipastikan mulai bergulir pada pekan ini.
Fokus utama penyaluran kali ini menyasar 11,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam keterangan persnya di Jakarta pada hari Selasa, menjelaskan mekanisme distribusi untuk tahap ini.
Mengingat para KPM baru tersebut belum memiliki rekening bank khusus bansos reguler (Himbara), pemerintah memutuskan untuk menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur.
Langkah ini diambil untuk mempermudah akses dan memastikan dana tunai segera sampai ke tangan penerima tanpa hambatan administrasi perbankan.
Mensos menegaskan bahwa proses distribusi ini tidak dilakukan sembarangan.
Penyaluran bansos dan BLTS kali ini berpedoman ketat pada hasil verifikasi faktual dari pemerintah daerah serta pemutakhiran data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).
"Bantuan ini harus benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak," tegas Saifullah. Validasi data tersebut mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meminimalisir risiko salah sasaran.
Baca Juga: Ratusan Ribu Penerima Bansos Main Judol, Kemensos Loloskan 7.200 Orang dengan Syarat Ketat
Kuota dan Nominal Bantuan
Secara keseluruhan, Kementerian Sosial mendapat mandat untuk menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako, dan BLTS untuk periode Triwulan IV 2025 dengan total kuota mencapai 35.046.783 KPM.
Angka fantastis ini terdiri dari 16,3 juta penerima lama dan 18,7 juta penerima baru yang terdata dalam DTSEN.
Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat akan mendapatkan dana stimulan dengan nominal yang bervariasi, berkisar antara Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta per keluarga.
Hingga saat ini, Kemensos bersama mitra penyalur telah bekerja maraton. Tahap pertama penyaluran telah sukses dirampungkan pada bulan Oktober lalu dengan menjangkau 15,7 juta KPM.
Kini, tahap kedua sedang berjalan dengan target 11,6 juta KPM baru yang datanya telah terverifikasi valid. Saifullah juga memberikan catatan mengenai sisa kuota penerima. Masih terdapat sekitar 8 juta lebih KPM yang dijadwalkan masuk dalam penyaluran tahap ketiga.
"Kenapa belum disalurkan? Karena datanya saat ini masih dalam proses pemutakhiran agar akurat," jelasnya.
Percepatan penyaluran bansos ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah berharap seluruh proses distribusi dapat tuntas sebelum akhir tahun ini, sehingga bantuan tersebut dapat efektif menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat