- Indeks Wall Street mengalami tekanan jual signifikan pada Selasa (18/11/2025) akibat aksi profit taking saham.
- Kekhawatiran valuasi dan laporan kinerja Nvidia yang akan datang mendorong investor mengurangi risiko.
- IHSG diprediksi bergerak sideways pada Rabu (19/11/2025) sambil menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Suara.com - Indeks-indeks saham utama Wall Street mengalami tekanan jual besar-besaran pada perdagangan hari Selasa (18/11/2025), dipicu oleh aksi profit taking di saham-saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Sentimen negatif ini dengan cepat merembet ke pasar Asia, menciptakan lingkungan perdagangan yang penuh kehati-hatian, terutama menjelang rilis data ekonomi krusial AS dan keputusan suku bunga bank sentral.
Ketiga indeks utama AS ditutup melemah signifikan, menunjukkan kecenderungan investor untuk mengurangi risiko (risk-off):
- Dow Jones Industrial Average merosot 1,07%.
- S&P 500 turun 0,83%.
- Nasdaq Composite anjlok 1,21%.
Aksi jual ini secara spesifik menargetkan saham-saham megacap teknologi. Saham Nvidia, yang menjadi pendorong utama rally AI sepanjang tahun ini, turun lebih dari 2%. Saham Amazon anjlok 4%, dan Microsoft melemah 2%.
Tekanan terhadap Nvidia terjadi menjelang pengumuman kinerja kuartal III yang sangat dinantikan, dijadwalkan setelah penutupan perdagangan Rabu (19/11/2025).
Kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi mendorong investor untuk mengamankan keuntungan (profit taking) sebelum laporan dirilis.
Bahkan, berita positif dari sektor AI, seperti kesepakatan besar antara startup Anthropic dengan Microsoft dan investasi miliaran dolar dari Microsoft dan Nvidia ke Anthropic, gagal membendung arus jual di saham teknologi.
Di sektor ritel, saham Home Depot juga memberikan sentimen negatif setelah melaporkan laba yang meleset dari perkiraan analis dan memangkas proyeksi kinerja untuk setahun penuh, menambah kekhawatiran terhadap daya beli konsumen.
Koreksi tajam di Wall Street segera diikuti oleh pelemahan di pasar saham Asia-Pasifik pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Indeks-indeks utama regional ditutup di zona merah:
Baca Juga: IHSG Terus Melonjak Hingga Akhir Perdagangan Senin, Tembus Level 8.416
- Nikkei 225 Jepang merosot 3,22%.
- Kospi Korea Selatan menurun 3,32%.
- ASX 200 Australia turun 1,94%.
- Hang Seng Hong Kong melemah 1,72%.
Kekhawatiran investor regional berlipat ganda karena mereka mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan dan menanti rangkaian data ekonomi penting AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah sebelumnya.
Salah satu data yang paling dinantikan adalah laporan nonfarm payrolls (data ketenagakerjaan) bulan September yang akan dirilis Kamis (20/11/2025).
Sementara itu, di Jepang, perhatian tertuju pada pertemuan Perdana Menteri Sanae Takaichi dengan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda.
Ueda sempat menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga secepat bulan depan.
Namun, Takaichi dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama secara terbuka menyatakan preferensi mereka untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah hingga inflasi secara berkelanjutan mencapai target 2% BOJ.
Analisis Teknikal IHSG: Sideways Jelang BI Rate
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025 Rp 695,1 Triliun, Nyaris 3 Persen!
-
Harga Pi Network Tahun 2026 Bisa Tembus Rekor Tertinggi?
-
Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
-
Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Kementerian PU Fokus Pulihkan Akses dan Air Bersih
-
IHSG Sesi I: Selangkah Lagi 9.000, Sektor Energi Pimpin Reli Penguatan
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri
-
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Suliki Gunung Mas
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar