- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,53 persen ke level 8.406 pada Rabu, 19 November 2025, didukung keputusan BI Rate tetap 4,75 persen.
- Keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga konsisten dengan target inflasi, stabilitas rupiah, dan upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
- Pertumbuhan kredit Oktober 2025 melambat menjadi 7,36 persen karena daya beli menurun dan kehati-hatian perbankan, proyeksi IHSG jangka pendek diperkirakan bergerak sideways.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 19 November 2025, naik 0,53 persen ke level 8.406.
Seperti dikutip dari riset harian Phintraco Sekuritas, penguatan indeks terjadi sejalan dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, posisi terendah sejak Oktober 2022.
Keputusan mempertahankan suku bunga ini sesuai ekspektasi pasar, dengan BI menilai inflasi masih berada dalam rentang target 1,5 persen – 3,5 persen, stabilnya nilai tukar rupiah, serta upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Suku bunga deposit facility dan lending facility juga tetap dipertahankan masing-masing pada 3,75 persen dan 5,5 persen. Kebijakan tersebut turut mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (19/11)," tulis Phintraco Sekuritas.
Kredit Melambat, Daya Beli Melemah
Meski demikian, pertumbuhan kredit pada Oktober 2025 justru melambat menjadi 7,36 persen YoY dari 7,7 persen YoY di September. Ini menjadi pertumbuhan terendah sejak Juli 2025.
Pelemahan ini disebabkan merosotnya daya beli kelompok menengah dan sikap perbankan yang lebih hati-hati dalam penyaluran kredit.
Jumlah undisbursed loan mencapai Rp 2.450,7 triliun, atau 22,9 persen dari total pagu kredit yang telah disetujui. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2025 akan berada di batas bawah target 8–11 persen, namun diperkirakan meningkat pada 2026.
IHSG Berpotensi Sideways
Baca Juga: Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini
Secara teknikal, IHSG masih ditutup di atas MA5, namun indikator MACD mulai mengarah ke potensi death cross, sementara Stochastic RSI bergerak melemah.
Dengan demikian, IHSG diperkirakan bergerak sideways dalam jangka pendek, berada di kisaran 8.300–8.450.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 44,60 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 30,00 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,22 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 350 saham bergerak naik, sedangkan 304 saham mengalami penurunan, dan 302 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, AMMN, ARKO, BESS, BLTZ, BLUE, BUKK, COIN, INTP, LIFE, MPRO, PGUN, POLU.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AADI, ADES, ADMF, AMFG, CBDK, DSSA, INKP, ITMA, KONI, MASB, MLPT, PANI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Targetkan 53 Juta Wisatawan Aman, Askrindo Pastikan Pelancong di Jawa Tengah Terlindungi
-
Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998
-
BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia
-
Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri
-
Ratusan Saham Masih Belum Penuhi Ambang Batas Free Float IHSG
-
Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!
-
Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
6 Fakta Evaluasi Mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia
-
Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru