- Sun Life Indonesia fokus pada produk asuransi tradisional sebagai penopang utama hingga Oktober 2025.
- Pendapatan premi neto perusahaan mencapai Rp 2,09 triliun per Oktober 2025, naik dari tahun sebelumnya.
- Akses distribusi diperluas melalui agen tersertifikasi dan kemitraan bancassurance, termasuk peluncuran SiSuper.
Suara.com - Sun Life Financial Indonesia terus meningkatkan produk asuransi tradisional karena masih menjadi penopang utama kinerja perusahaan hingga Oktober 2025.
President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menyampaikan berdasarkan laporan keuangan Sun Life, pendapatan premi neto per Oktober 2025 tercatat Rp 2,09 triliun.
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Rp 1,955 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
"Kontribusi produk tradisional melampaui 50 persen. Hasil ini terus meningkat dari total portofolio perusahaan, sejalan dengan tren industri yang juga menunjukkan kecenderungan serupa," kata Albertus di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Dia menambahkan, Sun Life memperluas akses distribusi melalui penguatan jaringan agen dan kerja sama bancassurance.
Perusahaan kini memiliki lebih dari 1.200 agen tersertifikasi yang tersebar dari kota besar hingga kota tier 3.
"Sun Life juga memperluas kemitraan dengan sejumlah bank, termasuk CIMB Niaga konvensional dan syariah serta Bank Muamalat untuk memperluas penetrasi pasar," ujarnya.
Albertus menambahkan, Sun Life Indonesia juga meluncurkan produk Asuransi Sun Prosperity Prime (SiSuper).
Produk asuransi yang inovatif ini dirancang sebagai solusi komprehensif yang memberikan ketenangan finansial mulai hari pertama, sekaligus membangun fondasi perlindungan lintas generasi bagi keluarga Indonesia.
Baca Juga: OJK Sebut Aturan Asuransi Umrah Mandiri Belum Diperlukan, Ini Alasannya
"Sebagai 'Yang Bisa Dipercaya', kami berkomitmen menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dan dapat jadikan sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih bermakna," bebernya.
Dia menambahkan bahwa perusahaan melihat kebutuhan perlindungan finansial masyarakat terus berubah mengikuti kondisi ekonomi.
Peluncuran SiSuper disebut menjadi bagian dari strategi Sun Life dalam memperluas akses solusi perlindungan bagi keluarga Indonesia.
"SiSuper memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga Indonesia," tandasnya.
Berita Terkait
-
Mayoritas Terus Merugi, Belasan BUMN Asuransi Akan Dipangkas dan Disisakan 3 Saja
-
Asuransi Bukan Sekadar Perlindungan, Tapi Investasi Kesehatan
-
OJK: Asuransi yang Bermasalah Bisa Diselamatkan, Asal Ada Ini
-
OJK Ungkap 7 Perusahaan Asuransi Terancam Bangkrut, Potensi Rugi Hingga Rp19 Triliun!
-
Aib dan Borok Asuransi BUMN Dibongkar OJK di Depan DPR, Taspen dan Asabri Disebut Paling Buruk!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros