- IHSG ditutup menguat tipis +0,27% mencapai level 8.635,23 pada perdagangan Rabu, 4 Desember 2025 sesi pertama.
- Penguatan indeks dipimpin oleh Sektor Industri dan Infrastruktur, didorong kenaikan signifikan saham-saham tertentu.
- Total transaksi mencapai Rp 11,92 Triliun, sementara Rupiah menguat terhadap Dolar AS menjadi Rp 16.635.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan pertama hari ini, Rabu, 4 Desember 2025, di zona hijau.
Indeks acuan terpantau menguat tipis +0,27% atau naik 23,44 poin ke level 8.635,23. Penguatan serupa juga terlihat pada indeks LQ45 yang naik +0,31% ke posisi 851,83.
Pergerakan IHSG pada sesi ini cukup stabil, dibuka pada 8.646,65 dan sempat menyentuh puncak harian di 8.650,30, meskipun mencatatkan level terendah di 8.606,90
Total nilai transaksi pada sesi pertama ini tercatat sebesar Rp 11,92 Triliun, dengan volume perdagangan yang solid mencapai 29,87 Miliar saham.
Di pasar valuta asing, sentimen positif juga terlihat pada mata uang domestik, di mana nilai tukar Rupiah (USD-IDR) terpantau menguat ke level Rp 16.635. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di $59.30 per barel.
Sektor Industri dan Infrastruktur Memimpin Penguatan
Kinerja positif IHSG pada sesi pertama ini didominasi oleh kenaikan signifikan pada dua sektor utama. Sektor Industri (IDXINDUS) tampil gemilang dengan lonjakan tertinggi sebesar +3,79%.
Sektor ini didukung oleh saham-saham seperti IMPC yang menguat +7,86% dan UNTR yang naik +2,92%.
Diikuti ketat oleh Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) yang melonjak +1,78%. Penguatan di sektor ini dipimpin oleh saham MORA yang terbang +9,94% dan LINK yang mencatatkan kenaikan fantastis +16,86%.
Baca Juga: IHSG Memerah Imbas Investor Ambil Untung, Saham-saham Apa yang Naik?
Kinerja solid sektor ini ditopang oleh saham-saham seperti EXCL (+2,87%) dan SSIA (+3,56%). Sektor Energi (IDXENER) juga memberikan kontribusi positif dengan penguatan +0,67%.
Saham Big Caps Menjadi Penekan
Meskipun mayoritas sektor menguat, beberapa saham berkapitalisasi besar (big caps) justru bertindak sebagai penekan utama (Lagging Movers) indeks.
Saham perbankan jumbo, BBCA, terkoreksi -0,60%, sementara saham komoditas AMMN melemah -2,30%. Tekanan juga datang dari saham petrokimia TPIA yang turun -1,28%, dan saham energi terbarukan BREN yang terkoreksi -1,04%.
Sementara itu, dari sisi volume dan nilai transaksi, saham-saham seperti GTSI dan HUMI menjadi Top Volume dan Top Value berkat lonjakan harga yang signifikan, masing-masing naik +10,81% dan +24,44%. BKSL juga masuk dalam Top Volume dengan kenaikan +1,13%.
Saham Penggerak dan Pencetak Cuan Tertinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus