- IHSG ditutup menguat 1,17% pada Jumat, 2 Januari 2026, mencapai level 8.748,1 didorong oleh investor asing.
- Investor mancanegara mencatat *net buy* Rp1,06 triliun, terfokus pada saham sektor pertambangan dan infrastruktur energi.
- Total nilai transaksi Bursa Efek Indonesia mencapai Rp22,24 triliun dengan volume perdagangan 48,8 miliar lembar saham.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang pada perdagangan Jumat (2/1/2026) dengan ditutup melambung signifikan.
Indeks menguat tajam sebanyak 101,1 poin atau 1,17 persen, yang membawanya bertengger di posisi 8.748,1.
Lonjakan indeks ini didorong oleh aksi beli masif yang dilakukan oleh investor mancanegara. Mengacu pada data dari RTI, aliran modal asing yang masuk ke bursa mencapai nilai bersih (net buy) sebesar Rp1,06 triliun.
Menariknya, fokus akumulasi asing kali ini sangat terkonsentrasi pada sektor pertambangan dan infrastruktur energi.
Saham-saham yang terafiliasi dengan grup besar kembali menjadi primadona. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati urutan pertama sebagai saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai transaksi mencapai Rp889,3 miliar.
Posisi tersebut diikuti oleh anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan perusahaan jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
Berikut adalah rincian 10 emiten dengan akumulasi beli bersih asing tertinggi pada pembukaan bursa tahun 2026:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp889,3 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp252,4 miliar
PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp204 miliar
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI): Rp99,6 miliar
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Rp58,7 miliar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp51 miliar
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Rp49,6 miliar
PT Panin Financial Tbk (PNLF): Rp46 miliar
PT Astra International Tbk (ASII): Rp43,8 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp36,8 miliar
Gairah pasar tidak hanya terlihat dari kenaikan indeks, tetapi juga dari tingginya partisipasi pelaku pasar. Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari tersebut menembus angka Rp22,24 triliun.
Baca Juga: 6 Perusahaan Aset Kakap Masuk Antrean IPO, BEI Ungkap Prospek Sahamnya
Sebanyak 508 saham berhasil menguat, sementara hanya 206 saham yang terkoreksi, dan 244 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat sibuk dengan total volume mencapai 48,8 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 3,07 juta kali frekuensi transaksi.
Masuknya dana asing dalam skala besar di hari pertama perdagangan tahun 2026 ini memberikan sinyal positif bagi para investor di kota-kota besar Indonesia bahwa kepercayaan global terhadap ekonomi domestik tetap solid.
Lonjakan pada saham-saham seperti BUMI dan DEWA menunjukkan bahwa sektor komoditas dan energi masih menjadi motor utama penggerak IHSG
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit