- BEI mengindikasikan sentimen positif pasar modal awal 2026 dengan perusahaan kapitalisasi besar bersiap melaksanakan IPO.
- PT Titan Infra Sejahtera, logistik batu bara terintegrasi di Sumatra, berencana melantai di bursa pada kuartal pertama 2026.
- PT Anugrah Neo Energy Materials, pemain kunci hilirisasi nikel untuk baterai EV, sedang menjalani tahap edukasi investor.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sinyal positif terkait aktivitas pasar modal di awal tahun 2026.
Otoritas bursa mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan dengan skala kapitalisasi besar atau yang dikenal sebagai lighthouse company tengah bersiap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
Kategori lighthouse company sendiri merujuk pada perusahaan "mercusuar" yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor.
Karakteristik utamanya adalah memiliki nilai kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun dengan porsi saham publik (free float) sedikitnya 15 persen.
Masuknya emiten-emiten jumbo ini diharapkan mampu mempertebal likuiditas pasar dan meningkatkan gairah investasi di dalam negeri.
Titan Infra Sejahtera: Penguasa Logistik Batu Bara Sumatra Menuju Lantai Bursa
Salah satu nama yang paling santer terdengar akan melantai di kuartal pertama 2026 adalah PT Titan Infra Sejahtera.
Perusahaan yang merupakan bagian dari Titan Infra Energy Group ini sebenarnya telah merencanakan aksi korporasi tersebut sejak 2024, namun realisasinya diproyeksikan baru akan terlaksana pada awal tahun ini.
Didirikan pada tahun 2005 oleh Handoko A. Tanuadji, Titan Infra telah berkembang menjadi penyedia infrastruktur energi terintegrasi yang sangat vital di Sumatra Selatan.
Baca Juga: Profil Pemilik Saham MORA, Emiten Infrastruktur Jaringan yang Harganya Meroket
Fokus bisnisnya mencakup logistik batu bara dari mulut tambang hingga ke pelabuhan ekspor. Perusahaan ini mengelola aset kritikal melalui anak usahanya:
PT Servo Lintas Raya (SLR): Pengelola jalan angkut khusus batu bara sepanjang 118 km yang melintasi wilayah Lahat, Muara Enim, dan Pali.
PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ): Pengelola pelabuhan batu bara efisien di tepian Sungai Musi.
Keunggulan utama Titan terletak pada layanan hulu-hilir yang terintegrasi, menjadikannya mitra strategis bagi industri pertambangan domestik maupun internasional.
Kabar yang beredar di pasar modal menyebutkan bahwa IPO Titan Infra akan dikawal oleh perusahaan sekuritas ternama yang sebelumnya sukses menangani IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).
Rencananya, perusahaan akan melepas sekitar 10 persen saham ke publik untuk memperkuat struktur permodalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif