Bisnis / Energi
Rabu, 21 Januari 2026 | 18:03 WIB
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Direktur Jenderal Migas ESDM pastikan produksi Rokan normal dalam dua hari karena perbaikan pipa TGI.
  • Kebocoran pipa gas TGI sempat mengganggu operasional Blok Rokan karena mengalirkan gas pembangkit listrik.
  • Perbaikan pipa selesai, aliran gas dibuka maksimal kemarin, berpotensi mempengaruhi target lifting tahun 2026.

Suara.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan produksi minyak dan gas di lapangan migas Rokan akan kembali normal kembali dalam dua hari ke depan.

Hal ini, setelah sempat adanya kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). 

Diketahui  kebocoran pipa gas TGI yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak terhadap operasional produksi migas di Rokan.

Karena pipa tersebut mengalirkan gas ke pembangkit listrik yang menunjang operasional di Blok Rokan, milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

"Kemarin saya komunikasi informasinya dalam 2 hari kedepan (normal kembali)," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (21/1/2026). 

Hampir dua tahun, tim peneliti laboratorium PHR berjibaku dengan ratusan sampel bahan kimia untuk menemukan formulasi yang benar-benar mampu bekerja optimal di karakter reservoir Lapangan Rokan. [Dok PHR]

Dia menyebut pipa gas TGI yang sebelumnya mengalami kebocoran telah berhasil diperbaiki. Sehingga telah kembali mengalirkan gas ke kawasan lapangan migas Rokan. 

"Dan semalam jam 24 Itu flow-nya sudah dibuka semua maksimal. Dan tekanannya sudah berada pada tekanan yang layak untuk bisa mendapatkan gas ke tempat-tempat dimana gas tersebut terkirim termasuk di Rokan," katanya

Sebelumnya, Laode menyebut jika kebocoran pipa milik TGI berpotensi berdampak kepada target lifting yang ditetapkan untuk 2026 sebesar 610 ribu barel per hari.

"Ya, untuk awal tahun itu perlu kita pulihkannya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu (barel per hari). Jadi kita harus buru-buru, agar pipa ini segera bisa tersambung," kata Laode pada 6 Januari lalu. 

Baca Juga: Dirjen Gakkum ESDM Minta Tambang Emas Ilegal Tak Disalahkan soal Insiden di Pongkor

Hal itu karena pipa tersebut mengalirkan gas untuk pembangkit listrik di Blok Rokan dan sekitarnya. 

"TGI ini menyuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di Rokan. Jadi banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini. Jadi harus segera diselesaikan," pungkasnya.

Load More