Bisnis / Properti
Senin, 09 Maret 2026 | 06:52 WIB
Proyek Meikarta [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pemerintah memulai pembangunan rusun subsidi masif di Meikarta, Bekasi, untuk menyediakan 140.000 unit bagi MBR.
  • Lahan 30 hektare dihibahkan swasta oleh keluarga Riady pada Minggu, 8 Maret 2026, bernilai triliunan rupiah.
  • Proyek ini dibiayai kolaboratif APBN, Danantara, dan swasta; status hukum lahan dipastikan bersih oleh aparat hukum.

Suara.com - Pemerintah secara resmi memulai proyek strategis pembangunan rumah susun (rusun) subsidi berskala masif di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Proyek ambisius ini ditargetkan mampu menyediakan sekitar 140.000 unit hunian yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepastian proyek ini ditandai dengan penyerahan lahan seluas 30 hektare oleh pihak swasta kepada pemerintah, Minggu (8/3/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Organisasi Kelompok Lippo, Mochtar Riady, serta Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan, James Riady.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyebut bahwa nilai ekonomi dari hibah lahan ini sangat fantastis. Dengan estimasi harga lahan yang mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi, nilai hibah tersebut diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun.

“Saya belum pernah mendengar hibah 30 hektare. Ini merupakan langkah luar biasa untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat,” ujar Maruarar.

Maruarar menjelaskan bahwa proyek ini akan menggunakan skema pembiayaan kolaboratif yang menggabungkan berbagai sumber, baik dari APBN, investasi melalui Danantara, maupun keterlibatan sektor swasta. Ia juga memastikan bahwa status hukum lahan di kawasan tersebut telah melalui proses verifikasi ketat.

“Saya sudah berkonsultasi dengan aparat hukum, termasuk KPK. Semuanya sudah clean and clear sehingga proyek ini dapat dipastikan berjalan lancar,” tegas Maruarar.

Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai proyek ini sebagai tonggak sejarah baru dalam pembangunan hunian di Indonesia. Menurutnya, mengonsentrasikan 140.000 unit hunian dalam satu lokasi akan memberikan multiplier effect yang masif bagi perekonomian lokal.

Baca Juga: Kembalikan Fungsi Lahan Pemakaman, Warga TPU Menteng Pulo di Relokasi

“Ini akan menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan masyarakat sekitar, serta menggeliatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut,” jelas Rosan.

Senada dengan hal itu, Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satgas Perumahan, Hashim S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa proyek ini merupakan implementasi nyata dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan program pembangunan 3 juta rumah.

Load More