- Mandiri Spending Index mencatat pertumbuhan belanja masyarakat Indonesia sebesar 2,9 persen selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
- Kelompok masyarakat menengah dan generasi Z menjadi penggerak utama lonjakan belanja melalui pencairan Tunjangan Hari Raya yang efektif.
- Pola konsumsi masyarakat bergeser ke sektor barang non-esensial seperti fesyen, perawatan kecantikan, dan elektronik selama periode Lebaran 2026.
Suara.com - Aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif.
Berdasarkan data terbaru, tingkat belanja selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026 mencatatkan rekor lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir.
Mandiri Institute melaporkan bahwa Mandiri Spending Index (MSI) tumbuh sebesar 2,9 persen, dibandingkan periode pra-Ramadan.
Angka ini melampaui pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya yang tertahan di level 2,8 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat tetap solid.
Menariknya, penguatan konsumsi kali ini tidak didorong secara merata oleh semua lapisan. Kelompok menengah muncul sebagai pahlawan ekonomi dengan pertumbuhan belanja mencapai 4,1 persen.
Angka ini jauh mengungguli kelompok bawah yang tumbuh 2,1 persen dan kelompok atas di angka 2,6 persen.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan bahwa belanja kelompok menengah tercatat 1,4 hingga 2 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.
Menurutnya, momentum pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi pemicu utama akselerasi ini.
"Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja, khususnya pada periode THR. Hal ini berkontribusi besar terhadap penguatan konsumsi secara keseluruhan," ujar pria yang akrab disapa Asmo tersebut dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?
Dilihat dari sisi demografi, generasi muda memegang kendali atas perputaran uang selama Lebaran 2026.
Data Mandiri Institute menunjukkan konsumsi Generasi Z (Gen Z) tumbuh pesat sebesar 4,4 persen , mengalahkan Milenial (3 persen) dan Gen X (1,4 persen).
Pergeseran tren belanja juga terlihat jelas pada jenis barang yang dibeli.
Jika pada Ramadan-Lebaran 2025 masyarakat lebih fokus pada kebutuhan pokok, tahun ini belanja didominasi oleh sektor non-esensial atau gaya hidup seperti fashion naik 6,4 persen, Beauty Care juga naik 4,9 persen dan elektronik naik 4,7 persen.
"Kenaikan pada kategori ini mencerminkan peningkatan kepercayaan diri masyarakat dalam melakukan konsumsi diskresioner selama periode Ramadan-Lebaran 2026," tambah Asmo.
Secara keseluruhan, moncernya konsumsi domestik ini menegaskan bahwa permintaan dalam negeri masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
-
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun
-
Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk