- Bittime merespons volatilitas ekonomi Indonesia dengan menawarkan akses investasi aset digital global dan tokenisasi bagi para investor.
- Kolaborasi Bittime dan Nobu Bank melalui integrasi virtual account mempermudah transaksi rupiah ke aset digital secara lebih praktis.
- Platform ini menyediakan layanan investasi fraksional dan imbal hasil hingga 10 persen untuk mendukung diversifikasi aset masyarakat Indonesia.
Suara.com - Platform aset kripto, Bittime menilai tekanan ekonomi dan volatilitas pasar mulai mendorong investor Indonesia mencari alternatif diversifikasi aset melalui instrumen digital dan tokenisasi aset global.
Business Director Bittime, Junji Misael, mengatakan pihaknya ingin membantu investor Indonesia melakukan diversifikasi aset di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
"Sebagai platform yang menyediakan aset-aset global berbasis tokenisasi, kami berkomitmen untuk menyediakan akses bagi investor untuk dapat dengan seamless berinvestasi 24/7 dan tanpa biaya tambahan (Zero Fee) dengan memanfaatkan IDR swap ke aset USDT. Terutama di tengah kondisi volatilitas dan tekanan pada nilai ekonomi Indonesia saat ini," ujar Junji di Jakarta, Minggu (24/2/2026).
Menurut Bittime, kondisi pasar yang fluktuatif membuat investor mulai melirik aset alternatif yang dinilai lebih stabil seperti dolar AS, emas, hingga aset global lainnya sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai.
Di saat bersamaan, tokenisasi aset global seperti USD, emas, dan saham Amerika Serikat dinilai semakin mempermudah investor karena dapat diakses secara fraksional melalui platform digital.
Dalam hal ini, Bittime dan Nobu Bank mengintegrasikan layanan virtual account (VA) untuk mempermudah akses masyarakat dari transaksi rupiah menuju aset digital global.
Melalui integrasi tersebut, pengguna disebut dapat menikmati proses transaksi yang lebih seamless mulai dari rupiah hingga masuk ke aset digital dan tokenized global assets dalam satu ekosistem.
Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Nobu Bank, Chandra Lesmana, mengatakan ke depan sistem keuangan tradisional dan keuangan digital akan semakin terhubung.
"Harapannya dengan kolaborasi ini, kami dapat menghadirkan pengalaman investasi digital yang lebih seamless bagi masyarakat Indonesia. Sehingga dengan ini, Bittime dan Nobu Bank dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri ekonomi kreatif Indonesia," ungkap Chandra.
Baca Juga: Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik
Bittime juga mengklaim proses registrasi hingga transaksi aset digital kini dapat dilakukan lebih cepat, mulai dari pembukaan akun, proses KYC, hingga transaksi pertama hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Selain menawarkan akses investasi global, platform tersebut juga menyediakan imbal hasil hingga 10 persen APY pada sejumlah token yang terdaftar.
Meski demikian, perusahaan mengingatkan bahwa investasi aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, mulai dari fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, hingga regulasi. Karena itu, edukasi mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental dinilai penting sebelum berinvestasi di aset digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini