- BPS mencatat nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga April 2026 mencapai 92,15 miliar Dolar AS, naik 5,48 persen.
- Peningkatan ekspor nonmigas sebesar 6,28 persen didorong oleh performa sektor industri pengolahan seperti nikel dan minyak kelapa sawit.
- Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi negara tujuan utama yang berkontribusi 44,52 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia.
Pudji kemudian mengungkapkan kinerja ekspor ke tiga besar negara tujuan RI seperti China, Amerika Serikat, dan India. Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sekitar 44,52 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari hingga April 2026.
Nilai ekspor non-migas ke Tiongkok tercatat sebesar 22,76 miliar USD dan didominasi oleh besi dan baja atau HS72 dengan share 25,94% dan naik 0,7% secara asitusi.
Lalu nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat tercatat sebesar 10,17 miliar USD dan didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 dengan share 16,21% dan naik 3,28% secara asitusi.
Terakhir, nilai ekspor non-migas ke India tercatat sebesar 6,14 miliar USD dan didominasi oleh bahan bakar mineral atau HS27 dengan share 32,78% dan turun 1,37% secara asitusi.
Berita Terkait
-
BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran
-
BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun
-
Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran
-
Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?
-
Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok