- INVI percepat elektrifikasi transportasi lewat kolaborasi strategis untuk mendukung target 10.000 bus listrik TransJakarta pada 2030 dan memperluas ekosistem EV nasional.
- Ekspansi bus listrik ke berbagai sektor, termasuk layanan AKAP Pontianak–Sintang dan transportasi karyawan di kawasan industri, didukung infrastruktur charging dan layanan purna jual.
- Fokus bangun ekosistem end-to-end, mulai dari kendaraan, charging station, aftersales, hingga pengembangan SDM melalui INVI Technician Academy.
Suara.com - PT Energi Makmur Buana (INVI) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan elektrifikasi transportasi di Indonesia melalui serangkaian kolaborasi strategis yang diumumkan pada ajang Busworld Southeast Asia 2026.
Mulai dari dukungan terhadap target 10.000 bus listrik TransJakarta pada 2030, pengembangan layanan bus listrik antarkota antarprovinsi (AKAP) di Kalimantan Barat, hingga pengembangan talenta muda melalui INVI Technician Academy, seluruh inisiatif tersebut jadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik komersial yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam sesi konferensi bertajuk “Powering Electric Bus in Indonesia: Electric Bus is Becoming Part of Energy Resilience and Economic Competitiveness”, Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo, menegaskan bahwa bus listrik tidak lagi hanya menjadi bagian dari agenda dekarbonisasi, namun juga berperan strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
“Elektrifikasi transportasi bukan hanya tentang mengganti kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang mampu mendukung operasional secara berkelanjutan, mulai dari kendaraan, infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual, hingga kesiapan sumber daya manusia," kata Alif Sasetyo.
"Di tengah kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat ketahanan energi nasional, kendaraan listrik menjadi salah satu solusi yang semakin relevan bagi sektor transportasi Indonesia. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia," sambungnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara INVI, PT Kalista Nusa Armada (KALISTA Group), dan tiga operator TransJakarta yaitu PT Biro Perjalanan Wisata Pahala Kencana, PT Bayuholong Persada, serta Koperasi Jasa Angkutan Arief Rachman Hakim (Kopang ARH).
Kolaborasi ini jadi salah satu langkah strategis untuk mendukung target elektrifikasi lebih dari 10.000 armada TransJakarta pada 2030 melalui pendekatan ekosistem yang melibatkan penyedia kendaraan, operator, infrastruktur, dan layanan operasional.
Dukungan terhadap target elektrifikasi transportasi tidak hanya difokuskan pada kawasanperkotaan.
INVI meyakini bahwa manfaat kendaraan listrik juga dapat dirasakan pada berbagai segmen transportasi lainnya, mulai dari layanan antarkota hingga mobilitas kawasan industri.
Sebagai wujud komitmen tersebut, INVI memperluas implementasi kendaraan listrik ke sektor transportasi antarkota antarprovinsi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bersama PT Borneo Trans Mandiri.
Melalui kerja sama tersebut, layanan EV Coach ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026 untuk melayani rute Pontianak–Sintang di Kalimantan Barat dengan dukungan infrastruktur pengisian daya yang telah dipersiapkan di Pontianak, Sanggau, dan Sintang.
Implementasi ini jadi salah satu langkah awal pengembangan layanan bus listrik AKAP di Kalimantan Barat dan menunjukkan bahwa elektrifikasi transportasi mulai berkembang dari transportasi publik perkotaan menuju layanan perjalanan antarkota.
Pada sektor industri, INVI juga melakukan serah terima unit EV Coach 12 meter kepada PT Multi Lintas Persada untuk mendukung layanan antar-jemput karyawan di kawasan industri Cilegon.
Implementasi tersebut menjadi salah satu penggunaan bus listrik untuk mobilitas industri di wilayah tersebut dan memperlihatkan semakin luasnya adopsi kendaraan listrik pada sektor komersial.
Untuk mendukung berbagai implementasi tersebut, INVI menghadirkan rangkaian kendaraan listrik komersial HIGER yang telah digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional mulai dari transportasi publik perkotaan, transportasi antarkota, hingga mobilitas kawasan industri.
Berita Terkait
-
Geely Lipat Gandakan Produksi EX2 di Purwakarta demi Pangkas Waktu Inden
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok