- PT Bach Multi Global Tbk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia untuk menghimpun dana guna ekspansi bisnis infrastruktur energi dan telekomunikasi.
- PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi mencatatkan saham perdana untuk memperkuat struktur permodalan serta mengembangkan fasilitas produksi alat kesehatan nasional.
- Kedua emiten tersebut secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia untuk mendukung pertumbuhan sektor industri strategis di tanah air.
Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengatakan pencatatan saham di BEI menjadi awal baru bagi Perseroan sebagai perusahaan publik.
"Hari ini kami resmi menjadi bagian dari keluarga besar emiten di Bursa Efek Indonesia. Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia," ujar Florian Chris Widjaja.
Perseroan menjelaskan penggunaan dana IPO akan difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni memperkuat struktur permodalan, mengembangkan fasilitas produksi, serta menambah modal kerja.
Sebagian dana akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman bank, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa.
Sisa dana akan dimanfaatkan untuk pembelian persediaan dan memenuhi kebutuhan modal kerja terkait proyek pengadaan alat kesehatan.
Presiden Komisaris PT Esa Medika Mandiri Tbk, Surya Gunawan Widjaja, menegaskan dukungan investor publik akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri.
"Dengan dukungan investor publik, kami akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta," kata Surya Gunawan Widjaja.
Menurutnya, focus perusahaan tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang relevan bagi dunia kesehatan.
"Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan yang berbunyi, rakyat sehat, negara kuat dan maju," imbuh dia.
Baca Juga: BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus
Ke depan, Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengembangkan lini produk alat kesehatan produksi lokal, memperluas jaringan distribusi, serta memperkuat kerja sama dengan prinsipal internasional, termasuk mitra strategis yang terlibat dalam pengembangan fasilitas produksi di Indonesia.
Berita Terkait
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026