- PINTU menggelar kompetisi trading crypto Trade for Glory 2026 dengan total hadiah Rp150 juta dalam bentuk tokenized ETF S&P 500 (SPYX).
- Peserta mengumpulkan poin dari volume trading di kategori Spot dan Futures, dengan bonus Final Multiplier 3,5x jika grup token pilihannya lolos ke final Pesta Bola Dunia 2026.
- PINTU mengajak peserta trading secara strategis dan memahami risikonya, mengingat aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan berisiko.
"Seperti halnya pertandingan sepak bola, trading crypto juga membutuhkan persiapan yang komprehensif dalam mengatur strategi, melakukan riset, dan menentukan timing yang tepat," kata Andy.
"Untuk itu, kami mendorong seluruh peserta bisa memahami karakteristik setiap aset dan risiko sebelum bertransaksi sehingga kompetisi trading Trade for Glory 2026 bisa menjadi ruang untuk mengasah kemampuan trading sekaligus merayakan momen olahraga terbesar di dunia," tukasnya.
Perlu diketahui, perdagangan aset keuangan digital termasuk aset crypto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Harga aset dapat berfluktuasi secara signifikan dan seluruh keputusan transaksi merupakan keputusan independen pengguna. Kinerja historis tidak mencerminkan indikasi kinerja di masa mendatang.
Pahami karakteristik dan risiko setiap aset serta produk, termasuk perbedaan risiko antara transaksi Spot dan Futures.
Berita Terkait
-
Trading Itu Keterampilan, Bukan Tebak-Tebakan: Pesan Inspiratif Cenli Yani untuk Trader Pemula
-
Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading
-
Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI