Suara.com - Sabrina Chairunnisa mengomentari hukuman yang diberikan Universitas Indonesia kepada 16 mahasiswa Fakultas Hukum pelaku kekerasan seksual via grup chat.
Universitas Indonesia rupanya menjatuhkan hukuman skors selama 45 hari.
Sedangkan banyak pihak, salah satunya Sabrina Chairunnisa, menilai pelaku seharusnya di-Drop Out atau DO.
"DO buka skors @univ_indonesia!!" tulis Sabrina Chairunnisa pada Sabtu, 18 April 2026 melalui Instagram Story sambil membagikan postingan akun @pandemictalks.
Sebagai mahasiswa Universitas Indonesia (UI) S3 Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Sabrina Chairunnisa mengungkap kekecewaannya.
"Nggak ada bangga-bangganya lagi sih jujur kalau sampai nggak di-DO ini para pelaku," tutur Sabrina Chairunnisa.
"Mau ini oknum juga tetep aja penyelesaiannya kayak apa sangat cepat merefleksikan sikap dan kredibilitas UI imho," sentil mantan istri Deddy Corbuzier tersebut.
Bahkan Sabrina Chairunnisa tak masalah apabila pernyataannya ini membuatnya sebagai mahasiswa UI diskors atau di-DO.
"Kalau abis ngomong gini gue yang diskors or DO nggak apa-apa banget," tandasnya.
Baca Juga: Melanie Subono Makin Geram Dengar Pembelaan Pelaku Pelecehan FH UI
Sementara itu, dalam siaran pers yang dibagikan pada Rabu, 15 April 2025, pihak UI menegaskan kasus dugaan Kekerasan Seksual (KS) secara verbal mahasiswa FH sedang ditangani Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).
Dalam prosesnya, 16 mahasiswa FHUI dinonaktifkan terhitung sejak 16 April hingga 30 Mei 2026.
Selama diskors, para pelaku dilarang mengikuti kegiatan akademis maupun berada di lingkungan kampus.
Sama seperti Sabrina Chairunnisa, warganet pun tidak sepakat dengan skors yang diberikan UI kepada mahasiswa FH pelaku kekerasan seksual secara verbal tersebut.
Warganet menilai skors 45 hari sama saja memberikan mereka waktu liburan.
"45 hari berasa liburan nggak sih? Harusnya dikasih pendidikan tambahan satu semester minimal untuk menghormati perempuan," komentar akun @navygo***.
Berita Terkait
-
LPSK Siap Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Peluang 16 Mahasiswa FH UI Kuliah Lagi Setelah Status Nonaktif Selesai
-
Beda Status DO dan Nonaktif Sementara, Sanksi yang Diterima 16 Mahasiswa FH UI
-
Belum Kelar Skandal Mahasiswa Hukum UI, Muncul Isi Chat Mesum Diduga Guru Besar Unpad
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan