Suara.com - Di usia sekolah, anak-anak cenderung aktif bergerak. Meski baik untuk tumbuh kembangnya, kondisi ini turut menempatkan anak pada risiko cidera atau masalah kesehatan lainnya. Hal ini diamini Debby Marvira, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Jakarta Selatan.
Debby mengatakan bahwa kegiatan upacara atau olahraga di bawah terik matahari terlalu lama, dapat memicu mimisan pada sebagian anak. Hal ini dipicu oleh pecahnya pembuluh darah di dalam hidung.
"Pertolongan pertama yang bisa diberikan adalah duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk dapat mengurangi tekanan di pembuluh darah hidung sehingga menghentikan pendarahan. Banyak orang keliru sehingga justru diminta baring saja," ujar Debby dalam Siaga Hansaplast di SDN 07 Kalibata, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Risiko lainnya yang mungkin dialami buah hati Anda di sekolah adalah pingsan. Kondisi ini bisa terjadi jika anak dalam kondisi kurang prima, namun harus melakukan kegiatan yang menguras energi seperti upacara di cuaca terik atau olahraga di lapangan luar ruang.
Debby pun mengatakan bahwa memberi wewangian atau memberi minum pada orang yang sedang dalam kondisi pingsan adalah tindakan keliru. Menurutnya, anak yang pingsan cukup dibaringkan di tempat yang nyaman sehingga kesadarannya kembali.
"Jangan lupa untuk angkat kakinya agar sirkulasi darah lancar dan lebih cepat sadar," tambah dia.
Risiko lain yang mungkin terjadi adalah luka lecet maupun memar karena terjatuh. Ketika terjadi luka lecet dengan salah seorang teman, Debby mengimbau agar anak-anak memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan luka dengan air mengalir. Anak-anak juga bisa menggunakan cairan antiseptik jika dalam kondisi darurat atau tidak ada air mengalir.
"Baru luka bisa ditutup dengan plester kalau mau berkegiatan lagi. Tapi kalau di dalam ruangan saja kegiatannya nggak perlu ditutup biar lukanya cepat kering," tambah dia.
Sementara bagi anak-anak yang mengalami luka memar, Debby mengimbau untuk dikompres dengan air es. Pertolongan pertama seperti ini, kata Debby, perlu dikuasai anak-anak sehingga dapat membantu dirinya atau teman-temannya ketika mengalami risiko ini di sekolah.
Baca Juga: Dua Gadis Usia Sekolah Nyaris Dijual Sindikat Perdagangan Manusia
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW