Suara.com - Sistem Kesehatan JKN Dorong Permintaan Peralatan Medis Canggih
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program asuransi kesehatan nasional yang diluncurkan oleh pemerintah pada 2014. Tahun ini, JKN ditargetkan sudah melayani seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini diyakini akan menjadi peluang bagi pasar peralatan medis di Indonesia dan permintaan yang tinggi akan peralatan medis yang canggih, khususnya peralatan-peralatan seperti diagnostic, medical imaging dan peralatan bedah.
Untuk itulah Reed Exhibitions menyelenggarakan pameran peralatan medis bertajuk CMEF Indonesia pada 6-8 Maret mendatang.
Disampaikan Stenly Yonardi, Project Manager dari CMEF Indonesia, pameran ini adalah wadah bagi pertukaran ilmu yang wajib dihadiri oleh para profesional medis dari seluruh dunia. Pasalnya sekitar 200 produsen peralatan medis internasional akan meramaikan pameran CMEF Indonesia.
"Acara medis serupa telah diselenggarakan sebelumnya di Cina, Australia, Jepang dan Turki. CMEF Indonesia 2019 kali ini didukung oleh Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), selain pameran kami juga akan menggelar workshop bersama ARSADA," ujar Stenly di Jakarta, Selasa (26/2/2019).
Stenly menambahkan, pameran CMEF Indonesia diselenggarakan di saat yang tepat karena banyaknya peraturan pemerintah yang telah direvisi untuk mendorong investasi asing dan kemitraan demi memajukan sektor layanan kesehatan Indonesia.
Acara CMEF Indonesia juga akan memfasilitasi terjadinya komunikasi antara produsen peralatan medis, pemilik merek dengan distributor medis lokal untuk terjadinya peluang kerja sama.
"Setidaknya ada lebih dari 400 produk dan solusi medis baru, sehingga distributor peralatan lokal bisa mengeksplorasi produk-produk yang akan dipilih dan diberikan izin, sementara para profesional rumah sakit dapat mempertimbangkan beragam produk canggih yang dapat memajukan fasilitas dan sistem perawatan kesehatan di rumah sakit mereka," imbuh Stenly.
Baca Juga: Anies: Ketimpangan Kesejahteraan di Jakarta Sudah Ekstrem
Ada pula sesi seminar produk yang dipimpin para pemilik merek dan perusahaan manufaktur internasional yang bisa dimanfaatkan para profesional medis lokal untuk mengamati permintaan akan peralatan medis baru di pasar dan bagaimana hal tersebut dapat membantu mengoptimalkan kinerja sistem medis yang ada.
"Akan ada sesi bertajuk 'Medical Device Registration and Regulation Updates in Indonesia'. Jadi seminar harapannya bisa membantu perusahaan manufaktur dan pemilik merek medis internasional untuk tahu alur proses pendaftaran medis sehingga dapat memasuki pasar kesehatan Indonesia," imbuh dia.
Berlokasi yang sama dengan CMEF Indonesia, ARSADA juga akan mengadakan seminar dan workshop selama 3 hari. Dr. Heru Ariyadi, MPH, Ketua Umum ARSADA berharap dapat menciptakan kesempatan untuk profesional di sektor yang berkembang ini.
"Profesional medis dapat belajar dari para ahli di industri dalam merubah tren melalui seminar dan workshop ARSADA serta mencari kolaborasi bisnis dengan merek medis pada pameran ini," ujar dr Heru.
Berita Terkait
-
Kemenkes: Tak Semua Peserta JKN Ditagih Biaya Selisih BPJS Kesehatan
-
Wamenkeu Ajak Semua Lapisan Jaga Keberlangsungan JKN
-
Masalah Akreditasi Rumah Sakit, PERSI Komitken Sukseskan JKN
-
Banyak Milenial Belum Daftar BPJS Kesehatan, Ini Alasannya
-
Peneliti Temukan Lemahnya SIstem Kesehatan JKN dan Dampak JIka Tak Dibenahi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak