Meskipun tidak diketahui apa yang menyebabkan kanker prostat, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.
Ini termasuk usia di atas 50 tahun; apakah seseorang memiliki saudara lelaki atau ayah yang menderita kanker prostat sebelum berusia 60 tahun; kelebihan berat badan; dan mengikuti diet yang tidak sehat.
Orang-orang keturunan Afrika atau Afrika-Karibia juga mungkin berisiko lebih besar didiagnosis dengan kanker prostat.
Risiko kanker prostat
Kanker prostat adalah bentuk kanker yang paling umum di antara lelaki di Inggris. Lebih dari 47.200 lelaki di Inggris didiagnosis menderita kanker prostat setiap tahun.
Sekitar 35 persen dari kasus baru kanker prostat setiap tahun terjadi di antara lelaki berusia 75 tahun ke atas.
Kanker prostat dapat memengaruhi siapa pun dengan kelenjar prostat, yang dapat mencakup lelaki maupun transgender, serta mereka yang belum dapat ditentukan jenis kelaminnya.
Beberapa kasus kanker prostat mungkin tidak akan memerlukan perawatan sama sekali, demikian NHS menyatakan.
Baca Juga: Arswendo Atmowiloto Sakit Kanker Prostat, Penyakit Ini Bisa Picu Komplikasi
Pengobatan yang diberikan mungkin tergantung pada apakah kanker prostat mereka terlokalisasi di kelenjar prostat atau telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.
NHS menjelaskan bahwa pasien dengan kanker prostat harus dirawat oleh tim spesialis, yang disebut tim multidisiplin.
Tim profesional medis ini mungkin termasuk ahli onkologi, radiografi, dan perawat spesialis.
NHS menambahkan bahwa pengobatan untuk kanker prostat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit, atau mengendalikan gejala sehingga tidak memperpendek harapan hidup pasien.
Beberapa lelaki yang lebih tua yang didiagnosis dengan kanker prostat mungkin disarankan untuk melakukan "menunggu dengan waspada", yaitu ketika mereka mengawasi dengan cermat untuk melihat apakah mereka mengembangkan gejala kanker progresif atau tidak.
Mereka mungkin juga diminta untuk melakukan pengawasan aktif, yang melibatkan beberapa tes seperti pemindaian MRI dan biopsi sambil menghindari perawatan lain yang dianggap tidak perlu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut