“Kalau SLT jangan periksa IgE, jangan periksa SPT, nggak ada gunanya,” tegasnya.
Sebagai gantinya, pada tipe lambat dilakukan tes provokasi makanan, yaitu memberikan makanan yang diduga menjadi pemicu alergi secara terstruktur dan terpantau oleh tenaga medis.
“Kalau SLT kita akan melakukan provokasi makanan. Provokasi makanan ini harus terstruktur, dipantau oleh dokter, dan seringkali harus dilakukan di rumah sakit, meskipun ada sebagian yang bisa dilakukan di rumah atas petunjuk dari dokter,” ungkap Dr. Endah.
Tata Laksana Alergi Makanan
Setelah diagnosis alergi makanan terkonfirmasi, langkah selanjutnya adalah tata laksana, yang terdiri dari dua tahap utama:
- Mengatasi reaksi akut yang muncul setelah terpapar alergen.
- Menghindari makanan penyebab alergi agar tidak terjadi reaksi berulang.
Dr. Endah menekankan pentingnya penggantian zat gizi agar anak tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang meskipun tidak mengonsumsi makanan yang menjadi pemicu alergi.
“Zat gizinya harus disubstitusi. Ini kadang-kadang kita harus konsultasi dengan ahli gizi,” jelasnya.
Selain itu, orang tua juga harus dilatih untuk membaca label kemasan makanan dengan cermat.
“Jangan lupa mengajari pasien harus membaca label kemasan makanan. Kalau di luar negeri ini regulasinya sudah sangat baik, kalau di Indonesia masih sangat longgar, sehingga belum tentu semua makanan yang mengandung alergen ini bisa dideklarasikan,” paparnya.
Baca Juga: Polisi Ringkus 53 Tersangka Rusuh Demo Sulsel, Termasuk 11 Anak di Bawah Umur
Tidak hanya itu, Dr. Endah juga mengingatkan soal cross kontaminasi silang saat makan di luar rumah.
Hal ini penting karena makanan yang terlihat aman bisa saja terpapar alergen dari makanan lain selama proses pengolahan.
Pemantauan Pertumbuhan Anak
Karena alergi makanan sering dialami oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak juga sangat penting.
"Karena anak ini sedang dalam masa pertumbuhan, jangan lupa melakukan pemantauan pertumbuhan,” jelasnya.
Menurut Dr. Endah, gangguan pertumbuhan pada anak dengan alergi makanan dapat disebabkan oleh dua faktor utama:
- Reaksi alergi yang memengaruhi kondisi kesehatan anak.
- Asupan gizi yang tidak mencukupi akibat penghindaran makanan tertentu tanpa pengganti yang tepat.
Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat membantu anak menjalani kehidupan yang sehat dan tetap tumbuh optimal meski memiliki alergi makanan.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus 53 Tersangka Rusuh Demo Sulsel, Termasuk 11 Anak di Bawah Umur
-
Heboh Pasangan Sejenis Siksa Anak, Terkuak Sadisnya 'Ayah Juna': Korban Dibacok hingga Tulang Patah!
-
Viral! Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Diduga Dicopot Usai Tegur Anak Wali Kota?
-
6 Fakta Kunci Kasus Dugaan Korupsi Tol Cawang-Pluit yang Seret Anak Jusuf Hamka
-
Kepala BNN Beberkan Ciri-Ciri Anak Pengguna Narkoba: Mata Merah hingga Pola Tidur Terbalik
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun