Suara.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menambah satu Grup Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang khusus melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarga.
"Dibentuknya Grup D ini, jelas ada penambahan personil, tapi tidak terlalu signifikan, tetapi kami akan optimalkan dari kondisi yang ada. Begitu juga penambahan anggaran pasti ada karena perubahan organisasi selalu ada penambahan anggaran," kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko usai meresmikan Grup D Paspampres di Tanah Abang 2, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Senin (3/3/2014).
Alasan pembentukan Group D Paspampres, kata Moeldoko, karena pengamanan mantan presiden dan wapres belum diwadahi organisasi yang pasti. Oleh karena itu, sesuai evaluasi, diperlukan organisasi khusus yang menangani hal itu.
"Jadi dasarnya selama ini kita telah melakukan pengamanan mantan presiden dan mantan wapres, tapi tidak terbuka, bahkan tidak terwadahi, modelnya juga sulit. Dikeluarkan Perpres tersebut semuanya menjadi jelas, tanggungjawabnya jelas, anggaran jelas, dan prajurit yang menempel di Paspampres sudah terlatih dan profesional," ujarnya.
Panglima TNI menambahkan Group D sudah berlaku efektif, walaupun secara anggaran masih terbatas.
"Jumlah personilnya 287 orang, setiap objek atau mantan presiden/wapres ada satu tim sebanyak 30 orang, tetapi kadang-kadang, secara personil beliau, tidak bisa didampingi secara terus menerus dan melekat dengan jumlah seperti itu, kami akan memberlakukan secara proporsional sesuai dengan kebutuhan beliau-beliau," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
-
Momen Mayor Windra Sanur Pamit ke Jokowi Usai 8 Tahun Mengawal: Kini Emban Tugas Baru di Tangerang
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
'Matilah Ini!' Mobil Presiden Diisi Bensin Oplosan, Paspampres Panik, SPBU Langsung Ditutup
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana