Suara.com - Kepala keluarga pemilik Feri Sewol yang menjadi buronan aparat hukum di Korea Selatan ternyata pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan suaka politik ke sejumlah Kedutaan Besar yang ada di Seoul.
Yoo Byung-Eun (72 tahun) melakukan pendekatan tidak langsung kepada sejumlah kedutaan besar untuk mengajukan suaka politik. Namun, permohonan itu ditolak karena Yoo merupakan tersangka kasus kriminal. Namun tidak disebutkan kedutaan besar mana yang sudah didekati Yoo untuk mendapatkan suaka.
Yoo merupakan kepala keluarga di belakang pemilik perusahaan Chonghaejin Marine Co, yang merupakan operator dari feri Sewol yang tenggelam pada 16 April lalu. Musibah tersebut menewaskan lebih dari 300 penumpang yang sebagian besar adalah pelajar sekolah.
Yoo menjadi target perburuan aparat hukum di Korea Selatan karena tidak memenuhi panggilan untuk diperiksa, bulan lalu. Pihak keamanan telah menawarkan hadiah uang sebesar 500 ribu dolar Amerika bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi seputar keberadaan Yoo.
Yoo akan dimintai keterangan terkait dugaan kelalaian yang berujung pada tenggelamnya kapal feri tersebut. Pihak penyelidik menduga, kapal tersebut tenggelam karena kurangnya standar pengamanan. (AFP/CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana