Suara.com - Dua kubu kandidat pasangan kandidat capres cawapres saling mengklaim dan memperkirakan mengumpulkan suara terbanyak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Luar Negeri yang pencoblosannya dimulai sejak 4-6 Juli di berbagai negara.
Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Hongkong mengklaim memperoleh suara hingga 97 persen suara yang dikumpulkan dari exit poll. Metode itu digunakan dengan menanyakan setiap pemilih usai mencoblos.
"Orang juga tahu, migran Hong Kong adalah pendukung Jokowi yang fanatik, karena diyakini membawa perubahan. Kami sudah setahun setiap hari Minggu sosialisasi Jokowi di Victoria Park, jadi hasil ini tidak mengherankan," klaim Tri Sugito Ketua Bara JP Hong Kong, dari rilis yang diperoleh suara.com, Minggu (6/7/2014).
Dari 100 orang yang disurvey sesaat setelah memberikan suara, 97 orang mendukung Jokowi-JK. Hanya satu orang yang memilih Prabowo. Satu orang menyatakan sengaja mencoblos kedua-duanya, dan satu orang lagi tak punya pilihan sehingga hanya memasukkan kertas suara kosong ke dalam bilik suara.
Sementara calon wakil presiden (cawapres) Hatta Rajasa percaya diri perolehan suara untuk pasangan nomor urut satu di luar negeri bisa sampai 60 persen, seperti yang ditargetkan.
"Di sekitar 60 persen," tutur Hatta saat hadir dalam acara buka puasa yang digelar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical), di Hotel Four Season, Jakarta, Minggu (6/7/2014).
Dia menambahkan, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak suara supaya bisa menggunakan haknya biar tidak disalahgunakan.
"Harapan kita partisipasi masyarakat luar negeri mendukung penuh dan kita lihat hasilnya. Tentu dari tempat kita menunjukan kita mendapatkan perolehan cukup baik," terang Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Sayangnya Hatta tidak menjelaskan, apakah target itu disusul dengan penggalian data seperti exit poll.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi
-
Gantikan Anwar Usman Jadi Hakim MK, Liliek Prisbawono Punya Harta Rp5,9 Miliar
-
Pembahasan RUU Perampasan Aset Kembali Bergulir, Dinilai Tepat Usai KUHAP Baru Berlaku
-
Deddy Sitorus Respons Ajakan Gibran Ngantor di IKN: Dengan Senang Hati, Tapi Masalahnya...
-
Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK
-
Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga
-
Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan
-
Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?
-
Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung
-
Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo