Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Nafis Gumay menyatakan kalau klaim tuduhan kecurangan sudah biasa dalam pelaksanaan Pemilu.
Hadar yang ditemui di sela rapat pleno rekapitulasi suara Pilpres tingkat nasional di KPU, Senin (21/7/2014), mengajak agar siapapun yang membuat tuduhan curang itu bisa bertanggung jawab untuk membuktikannya.
"Klaim biasa, yang terpenting itu kita bisa membuktikannya. Jadi kalau memang ada kecurangan dan pelanggaran itu kan ada jalurnya," ujar Hadar.
Menurutnya, KPU juga telah menangani semua dugaan kecurangan yang muncul saat pelaksanaan Pilpres, terutama saat pencoblosan.
"Berdasarkan laporan-laporan yang ada dan kami tidak mengikuti langsung dari atas ke bawah kan. Mekanisme koreksi untuk merapihkan hasil pemilu itu sudah cukup berjalan (dengan baik)," tuturnya.
Tuduhan dugaan kecurangan Pilpres dilontarkan oleh kubu pasangan kandidat nomor urut satu Prabowo-Hatta Rajasa.
Mereka juga meminta ada penundaan pengumuman pemenang Pilpres sampai KPU mengusut kecurangan, serta melakukan pencoblosan ulang di 5.800 TPS di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru