Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak mau menghiraukan desakan kubu pasangan kandidat capres cawapres nomor urut satu Prabowo-Hatta untuk menghentikan rekapitulasi suara secara nasional.
Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah menegaskan, kalau desakan tim capres cawapres bukan merupakan ancaman.
"Saya pikir bukan ancaman, kita tetap melakukan aktifitas sesuai dengan aturan yang kita atur sesuai dengan undang-undang yang mengcu," kata Ferry di sela-sela rapat rekapitulasi suara di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Ferry mengatakan rekapitulasi bakal terus berlanjut dan hasilnya akan segera diumumkan besok, Selasa (22/7/2014), ke masyarakat.
"Nanti kita lihat situasinya, bisa jadi langsung ditetapkan (hari ini) sesuai schedule. Bisa sekarang, bisa tanggal 22 besok," ujarnya
Seperti diberitakan sebelumnya, kubu Prabowo mengancam akan mempidanakan KPU jika tetap melanjutkan rekapitulasi suara. Ancaman itu menyusul tudingan ada sejumlah kecurangan dalam pelaksaan Pilpres 2014.
Mereka sekaligus meminta penundaan hasil penghitungan suara, sampai ada pencoblosan ulang, termasuk di 5.800 TPS di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja
-
Terobos dan Rusak Portal JLNT Casablanca, 11 Motor Diamankan Polisi
-
Stunting Jadi Prioritas, Semarang Intervensi Gizi 78 Ribu Remaja dan Pantau 60 Ribu Balita
-
Membaca Amarah Publik pada Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP: Selesai Kontrak, Selesai Loyalitas?
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra