Suara.com - Ada banyak respon yang dilakukan pejabat negara ketika menerima kritik. Ada yang langsung naik darah, langsung mengeluarkan bantahan atas kritikan itu hingga menggelar keterangan resmi untuk mengklarifikasi.
Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mempunyai cara yang unik dalam menghadapi kritikan yang ditujukan kepada dirinya. Dalam sampul majalah the Economist terbaru, Renzi digambarkan berada di sebuah kapal yang terbuat dari nota euro.
Dalam kapal yang akan tenggelam itu, Renzi terlihat bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dan juga Presiden Prancis Francois Hollande. Renzi digambarkan tengah memegang es krim dalam berita utama dengan judul “That Sinking Feeling (Again)”.
Renzi yang merupakan Perdana Menteri termuda di sepanjang sejarah Italia mengundang wartawan ke rumahnya untuk memberikan tanggapan atas kritikan yang dilontarkan majalah the Economist tersebut.
Sebelum memberikan keterangan, Renzi memberikan es krim kepada wartawan yang sudah hadir di ruangan tersebut.
“Saya dengan senang hati memberikan anda semua es krim, ini adalah es krim Italia gelato,” ujarnya.
Renzi memulai jabatannya sebagai Perdana Menteri Italia pada Februari lalu. Ketika itu, warga Italia terpukau dengan agenda reformasi yang diusungnya saat kampanye. Namun, agenda tersebut belum bisa diimplementasikan oleh Renzi. (AFP/News)
Tag
Berita Terkait
-
Jerry Greenfield Pendiri Es Krim Ben and Jerrys Mundur, Merasa Dibungkam Unilever Soal Gaza
-
Jadi Ibu Kos Idaman! Tya Ariestya Bagi-Bagi Es Krim Buat Stok Anak Kos
-
Viral Bule vs Penjual Es Krim Ribut di Lombok, Kasus Berujung ke Polisi!
-
Viral Penjual Es Krim Tolak Rp100 Ribu dari Warga Negara Asing, Minta Rp1 Juta Bikin Syok
-
Menjelajah Surga Dessert Jepang: Inovasi Manis dari Negeri Sakura
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL