Suara.com - Seorang perempuan asal Inggris mengaku telah diperkosa ayahnya sejak usia 10 tahun. Kasus perkosaan yang menimpa perempuan itu tengah disidang di pengadilan di West Yorkshire.
Peristiwa itu terjadi pada 1999 ketika perempuan itu masih berusia 10 tahun. Ketika itu, sang ayah melakukan kekerasan seksual kepadanya tiga kali dalam seminggu.
Perempuan itu sempat melaporkan perilaku bejat sang ayah kepada ibunya. Namun, sang ibu tidak mempercayai laporannya. Selang satu tahun kemudian, perempuan ini melaporkan perkosaan yang dilakukan ayahnya ke polisi.
Dia dipidahkan dari rumah itu dan ditempatkan di rumah penampungan. Namun, sang ayah dinyatakan tidak bersalah dalam kasus perkosaan itu sehingga perempuan itu harus kembali ke rumahnya.
Sang ayah meminta anak perempuannya itu untuk meminta maaf di hadapan seluruh anggota keluarga.
“Dia memaksa saya untuk berbicara bahwa saya sengaja membuat kebohongan itu. Saya terpaksa mengikuti permintaannya karena takut,” ujarnya.
Tidak lama berselang, perempuan itu hamil dan melakukan aborsi. Dia sempat dirawat di tempat penitipan anak. Lima minggu kemudian, perempuan itu melaporkan kepada petugas sosial bahwa dirinya telah diperkosa oleh ayah kandungnya.
Namun, laporan itu tidak ditindaklanjuti karena sang ayah sudah dinyatakan tidak bersalah. Petugas sosial juga mendatangi rumah keluarga itu sebanyak delapan kali tetapi gagal membawa perempuan itu keluar dari rumah. Kasus itu kemudian ditutup.
“Saya tidak menyangka mereka menutup kasus ini. Saya kecewa dan merasa terperangkap,” ujarnya.
Setahun kemudian, perempuan itu kembali hamil. Namun, dia meyakinkan dirinya bahwa bayi yang ada di kandungannya adalah anak dari pacarnya. Akan tetapi, tes DNA mengungkapkan bahwa ayah dari anaknya itu adalah ayah kandungnya sendiri.
Kini, perempuan itu berhasil memenangkan kasus yang menimpanya di pengadilan dan berhak menerima uang ganti rugi sebesar 160 ribu poundsterling.
“Saya senang dengan keputusan pengadilan, tetapi tujuan utama saya sebenarnya bukan uang,” jelasnya. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
-
Viral Remaja 18 Tahun Diperkosa 2 Polisi di Jambi, Impian Jadi Polwan Pupus
-
Kasir Alfamart Diperkosa Atasan hingga Tewas, Liciknya Heryanto Demi Hilangkan Jejak Pembunuhan Dini
-
Buang Mayat Pegawai Alfamart usai Diperkosa, Dina Oktaviani Dibunuh karena Otak Kotor Atasannya!
-
Terkuak Aksi Keji ABG di Cilincing Pemerkosa Siswi SD: Korban Tewas usai Dicekik Kabel Charger HP
-
Biadap! Terungkap Detik-detik Mengerikan Wanita Terborgol Dicekik Lalu Diperkosa Saat Sekarat
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pesan Prabowo untuk Thomas Djiwandono yang Resmi jadi Deputi Gubernur BI
-
Mantan Kepala LKPP Ungkap Aturan Harga E-Katalog dalam Sidang Dugaan Korupsi Nadiem Makarim
-
Ibu Korban Kecelakaan Maut di Singapura Masih Dirawat Intensif, Pengemudi Resmi Ditahan
-
Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki
-
Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua
-
Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman
-
Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!
-
Sempat Dinonaktifkan, Mensos Pastikan BPJS PBI 106 Ribu Pasien Katastropik Aktif Otomatis
-
Hampir Separuh Laut Dunia Kini Tercemar Sampah: Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Pelajar Tewas Gegara Jalan Berlubang di Matraman, Polisi Dalami Faktor Infrastruktur