Suara.com - Fraksi PDI Perjuangan rupanya mulai percaya diri di parlemen, menyusul jatah menteri di dalam Kabinet Kerja bentukan Jokowi-JK.
Salah satu kader PPP, yaitu nama Menteri Agama Lukman Hakim Syarifudin masuk dalam Kabinet Kerja. Dengan begitu, PPP tidak akan berpaling dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen.
"Mudah-mudahanlah dengan Pak Lukman jadi Menag, PPP tidak lari lagi. Kalau lari, repot lagi. Saat ini kita jadi punya pososi tawar tidak seperti pemilihan yang kemarin (Pimpinan MPR-DPR)," kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan Trimedia Pandjaitan di DPR, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Dengan begitu, sambungnya, pembentukan pimpinan Komisi dan alat kelengkapan dewan di DPR bisa tercapai secara mufakat. Formulasinya, kata Trimedia, bisa 40-60 atau 50-50, untuk jatah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).
"Pak Prabowo juga sudah sampaikan dalam lobi-lobi ada yang sebut 60-40, 50-50 atau proporsional. Dan itu yang diharus dimusyawarahkan," tambah Trimedia
Selain itu, Ketua DPP Bidang Hukum ini mengatakan, nantinya di KIH sendiri juga akan proporsional dalam membagi jatah kursi pimpinan Komisi dan alat kelengkapan dewan dengan peserta KIH lainnya, yaitu Nasdem, PKB, Hanura dan PPP yang bergabung belakangan.
"Dan kami juga, KIH juga, membagi tidak hanya kepada PDI Perjuangan tapi juga kepada nasdem, Hanura, PKB, itu harus terbagi komposisi pimpinan itu. Jadi nggak semua (Pimpinan) diborong oleh PDI Perjuangan," tuturnya. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
Jabbar Idris Buka Muswil PPP Sulbar, Konsolidasi Partai Didorong Menuju Pemilu 2029
-
Sentil Wilayah Lain, Ketua PPP Sulsel: Yang Minta Muktamar Cepat Harus Konsisten Segera Muswil!
-
Menakar Masa Depan PPP Pasca Dualisme
-
Konsolidasi PPP: Mardiono dan Din Syamsuddin Bahas Kebangkitan Politik Islam untuk Persiapan 2029
-
Perti Dukung Penuh Kebangkitan PPP di Bawah Kepemimpinan Mardiono
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
-
Jalankan Instruksi Prabowo, Kemnaker Siap Perluas Program Magang ke Luar Negeri
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Kemnaker Usul Tambah Kuota Program Magang 2026 hingga 150 Ribu Orang
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten