Suara.com - Komnas HAM menyatakan, dari 34 menteri yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi), tak ada satupun yang masuk dalam daftar negatif atas keterlibatan pelanggaran HAM terkait tujuh berkas yang diserahkan kepada Kejaksaan Agung.
Berkas itu merujuk pada rekomendasi atas berbagai kasus pelanggaran HAM berat dari peristiwa 1965 sampai peristiwa Trisakti Semanggi 1998.
“Kalau merujuk pada negatif list Komnas HAM yang dibuat atas dasar hasil penyelidikan yang sudah dilakukan, 7 berkas pelanggaran HAM berat, maka nama-nama menteri Kabinet Kerja tidak ada,” ujar Komisioner Komnas HAM Siti Noor Laila melalui pesan singkat kepada Suara.com, Senin (27/10/2014) malam ini.
Komnas HAM bahkan memberi apresiasi keterlibatan menteri perempuan dalam posisi kunci dan penting dalam Kabinet Kerja yang diumumkan Minggu (26/10/2014), kemarin.
“Apalagi posisinya juga pada posisi strategis. Dilihat dari latar belakangnya, mereka memiliki kemampuan dan memang perempuan pekerja,” tambah Laila lagi.
Tapi Jokowi tetap diingatkan agar PR pemerintahan ke depan khususnya di bidang HAM adalah konflik agrarian, ketenagakerjaan dan kebebasan beragama.
Dan catatan penting adalah penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
Berita Terkait
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Tembus 3.264 Aduan: Jabar, Sumut, dan Kalteng Jadi Provinsi Paling Rawan Konflik Agraria
-
Komnas HAM Soroti Polisi Terlalu Cepat Masuk ke Sengketa Tanah: Rawan Kriminalisasi Warga
-
Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek
-
Aturan Lama Telah Usang, Wamen HAM Tegaskan Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan Hak Asasi
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik