Suara.com - Akhirnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau, Selasa(11/11/2014). Kasus ini telah menjadikan Gubernur Riau Annas Maamun menjadi tersangka.
"Saya diperiksa untuk Anas Maamun, harusnya kemarin pagi (10/11/2014)," kata Zulkifli di KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Kemudian, Zulkifli menjelaskan alasan tidak hadir kemarin. Katanya, ia tidak bisa datang karena sudah dijadwalkan untuk menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan di Kapal Banda Aceh yang diadakan di Teluk Jakarta.
"Setelah itu, jam 12 final cerdas cermat di MPR bersama wapres, karena itu saya lakukan pagi," kata politisi PAN.
Kehadiran Zulkifli di KPK penting peranannya, mengingat posisinya saat kasus revisi alih fungsi hutan terjadi, ia masih menjadi Menteri Kehutanan.
Pemanggilan terhadap Zulkifli dilakukan setelah Annas Maamun mengatakan saat itu sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kehutanan untuk izin revisi alih fungsi hutan.
Annas Maamun dan orang yang diduga menyuapnya, Gulat Medali Emas Manurung, sama-sama sudah ditetapkan jadi tersangka. Mereka ditangkap dalam operasi tangkap tangan di kawasan Cibubur.
Berita Terkait
-
Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang
-
Menko Pangan Zulhas Kurban di Banyak Daerah, Jakarta hingga NTT
-
Zulhas Sebar Hewan Kurban saat Iduladha, dari Jakarta hingga NTT
-
Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga