Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai lambat dalam menyelesaikan kekisruhan KPKvsPolri, karena itu berbagai kalangan meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turun tangan untuk mengatasi kisruh tersebut.
"Seharusnya JK turun tangan, dia senior. Ini pak JK nggak berperan. Kenegarawanan beliau ini sudah teruji," kata Pengamat Politik Populi Center, Nico Harjanto dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2015).
Ia mempertanyakan keberadaan JK dalam sengkarut ini. Nico menilai mantan Ketua Umum Partai Golkar itu JK seakan hanya menjadi figur di balik layar dan tidak ikut untuk menyelesaikan kisruh KPK dan Polri.
Padahal jika mau mengingat, rekam jejak JK yang biasanya cekatan dan tegas dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini.
"Situasi seperti ini, di mana JK? Dia seakan hanya di balik layar. Tidak tampil dalam situasi ini," katanya.
Hingga saat ini, Presiden Jokowi terkesan membiarkan konflik yang berkembang antara KPK dan Polri, dengan alasan menghormati independensi proses hukum.
Ia berjanji baru akan mengambil sikap terkait Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri pekan depan. Jokowi memang telah menunda pelantikan Komjen Budi, setelah KPK menetapkan Kalemdikpol itu sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi saat dirinya menjabat sebagai Kabiro Deputi Binkar SDM Mabes Polri pada tahun 2003-2006. Namun sikap ini dinilai tidak cukup, apalagi belakangan muncul upaya pelemahan KPK oleh pihak Polri.
Jokowi beralasan, belum mengambil sikap karena masih banyak persoalan. Namun Jokowi tak menjelaskan persoalan tersebut.
"Saya selesaikan semuanya minggu depan, karena ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan dulu. Harus dirampungkan, " kata Jokowi sesudah mengikuti Rakor BNN di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (4/2/2015) lalu.
Berita Terkait
-
Demi Pilpres Satu Putaran, Eks Relawan Jokowi-JK Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran
-
Program Unggulan Jokowi-JK 'Disentil' Gibran, Ternyata Dana Desa Dikucurkan Pertama Kali Tahun 2015
-
Jokowi Ungkap Alasannya Kepincut Susi Pudjiastuti
-
Penggabungan Kemenhut dan KLH Dinilai Kurang Tepat
-
Kekhawatiran Bila Kabinet Diumumkan di Luar Istana
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Kejaksaan Agung Mutasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri di Awal Tahun
-
KPK Ungkap Petinggi PBNU Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini
-
Percepatan Pemulihan Layanan Adminduk: Dukcapil Salurkan Sarpras ke Aceh Tamiang Sampai Kota Langsa