Suara.com - Siapa yang menentukan harga batu akik? Sejauh ini harga akik tidak bisa diprediksi. Karena bebatuan akik seperti sebuah karya seni.
Gemologis dari GRI-Lab Adam Harits mengatakan penentuan nilai batu akik dengan uang merupakan keunikan tersendiri. Sejak dulu, tidak ada harga pasti untuk batu akik.
Lalu bagaimana harga bisa tercipta? Kata dia seseorang harus paham terlebih dahulu dengan jenis-jenis batu akik. Sebab harga akan muncul berdasarkan pengalaman antara si penjual dan pembeli.
"Kalau batu permata mulai dari rubby sampai ke akik tidak ada standar harga. Bagaimana penentuan hargaya? itu dari pengaman si penjual dan kepercayaan pembeli. Ini sangat penting di dunia perbatuan," jelas dia saat berbincang dengan suara.com akhir pekan lalu.
Dia mencontohkan, pembeli akan lebih percaya mendapatkan akik dari seseorang yang sudah berpengalaman menjual lebih dari 10 tahun. Selain mendapat harga yang pantas, kemungkinan membeli batu akik palsu atau sintetik bisa terhindarkan.
Selain itu, harga pasaran sebuah batu bisa tercipta dengan interaksi antar pedagang. Namun jangan salah, harga jenis batu yang sama bisa juga ditentukan dengan kualitas.
"Dari kehalusan, warna, dan tingkat keunikan batu itu. Makanya harga batu nggak bisa ditebak," jelas Adam.
Begitu juga ketika ditanya, akik jenis apa yang paling mahal? Adam pun tidak bisa menerka. Meski dia sudah sangat paham dengan bebatuan. Kata dia, bebatuan yang paling langka, itu lah yang paling mahal. Inilah yang menyebabkan akik saat ini sebagai barang investasi seperti emas dan berlian.
"Misal safir. Antara safir Birma dan Srilangka beda. Safir Birma lebih mahal dari Srilangka. Karena safir Birma lebih langka. Begitu juga safir Srilangka lebih mahal daripada safir Madagaskar. Karena produksinya semakin sedikit. Tambang di Madagaskar itu baru ada. Produksi banyak," papar dia.
Batu akik tidak hanya ada di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Di Indonesia, bebatuan permata disebut akik. Kata Adam, khusus orang Indonesia memperhatikan asal negara batu. Itu untuk mengukur bagus atau tidaknya batu permata. Menurutnya itu persepsi yang salah. Sebab tidak ada yang bisa menjamin asal negara batu.
"Di luar negeri, origine itu nomor 2. (Orang) Indonesia itu pilih-pilih negara darimana. Padahal memastikan asal usul negara batu tidak ada yang bisa menjamin 100 persen," papar dia.
Terakhir, menurut Adam harga akik ditentukan dengan naluri. "Orang kalau sudah suka, bisa beli berapa saja. Ini soal selera," kata dia.
Sertifikat batu akik
Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan batu akik. Mulai di mall, toko perhiasan, sampai di pinggir jalan. Sayangnya, popularitas akik dibarengi dengan banyak bermunculan batu akik sintetis.
Batu sintetis merupakan duplikat dari batu natural. Batu sintetis dibuat dengan komposisi kimia yang persis sama. Bahkan kekerasannya pun persis. Batu sintetic dibuat di laboratorium. Semisal di Amerika Laboratorium sintetis yang terkenal adalah CHATAM. Dengan begitu, maka batu akan dibuat massal. Sementara batu natural dibentuk alam dengan proses ribuan tahun di tanah.
Adam menjelaskan sangat sulit membedakan batuan asli dengan sintetis dengan kasat mata dan perabaan. Sebab kemilau dan kehalusan akan sama. Yang bisa menjamin batu asli atau palsu adalah lab gemologi.
Di Indonesia laboratorium gemologis sudah ada. Namun jumlahnya sedikit, tidak kurang dari 10 lab gemologis. Salah satunya di GRI Lab.
Adam menjelaskan sertifikat batu atau Gemstone Report dikeluarkan oleh laboratorium gemstone resmi. Bahkan yang meneliti adalah orang yang lulus dari sekolah gemologi.
Dalam sertifikat itu tertera informasi mulai dari warna, berat, dimensi, tingkat kehalusan, keaslian batu, jenis batu, dan juga asal negara baru. Namun sertifikat itu tidak menunjukkan kisaran harga batu.
"Sertifikat itu untuk membantu untuk menunjukkan kualitas batu permata. Kalau memang mau dijual, sertifikat ini bisa membantu menunjukkan jika batu itu asli dan bernilai," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
-
Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone