Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Abraham Samad dijadwalkan tiba di Makassar Selasa 24 Februari 2014 guna memenuhi panggilan Direktorat Reskrim Umum Polisi Daerah Sulawesi Selatan dan Barat.
"Kemungkinan besok pagi beliau tiba di Makassar," kata tim Masyarakat Anti Korupsi (MARS) Sulsel Abdul Kadir Wokanubun saat mengelar pertemuan di Kantor LBH Makassar, Senin (23/2/2014).
Wakil Direktur Lembaga Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi ini menyatakan kehadiran Abraham Samad akan memenuhi panggilan pihak kepolisian dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen administrasi kependudukan.
"Insya allah beliau akan menghadiri panggilan untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sulselbar," kata anggota tim hukum Abraham ini.
Sementara koordinator tim hukum Sulsel Adnan Buyung Aziz menyatakan tim sudah mempersiapkan langkah hukum saat pemeriksaan nanti dan tetap melakukan pembelaan sampai pada tingkat pengadilan termasuk menelaah kasus yang disangkakan kepadanya.
"Kami sudah mempersiapkan segalanya termasuk upaya hukum untuk mendampingi Abraham samad sampaidi pengadilan," katanya.
Rencananya alumnus Fakultas Ilmu Hukum Universtas Hasanuddin ini akan dijemput beberapa tim hukum di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selanjutnya mengelar pertemuan dan memenuhi panggilan Polda.
Sebelumnya Polisi menetapkan Abraham Samad sebagai tersangka atas dugaan kasus pemalsuan dokumen adminstrasi kependudukan. Polda Sulselbar telah menyurati mantan Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi itu untuk diperiksa pada 20 Februari 2015 namun berhalangan hadir.
Abraham dituduh membantu pemalsuan KTP dan Kartu Keluarga (KK) serta dokumen keimigrasian atau paspor atas nama wanita asal Singkawang, Pontianak, Feriyani Lim atau Fransisca Lim (29) pada 2007 dan kini ditetapkan sebagai tersangka.
Saat mengajukan permohonan pembuatan paspor pada tahun 2007 lalu, Feriyani Lim diduga memalsukan dokumen kependudukan kemudian masuk dalam kartu keluarga Abraham beralamat di jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. (Antara)
Berita Terkait
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Dari Dua Kali Jadi Sekali? MBG Lansia Berpotensi Ikut Skema Rp10 Ribu per Porsi
-
Soal Prabowo Dua Periode, Dasco: Kita Lihat Kepuasaan Masyarakat pada Program Periode Pertama
-
Prabowo Kumpulkan Pengurus hingga Anggota DPR Fraksi Gerindra di Kertanegara Nanti Malam, Ada Apa?
-
Bahlil Ancam Ganti Pengurus Golkar yang Tidak Perform: Ibarat Futsal, Siap-siap Ditarik Keluar!
-
Bukan Cuma Wakil, KPK Juga Amankan Ketua PN Depok dalam OTT Semalam
-
Tak Masuk Kerja Berhari-hari, PPPK Rumah Sakit Ditemukan Tewas, Polisi: Jasad Mulai Menghitam
-
Bendera Gerindra Masih Mejeng di Flyover Jakarta, Satpol PP DKI: Berizin hingga 8 Februari
-
Ilusi Solusi Dua Negara dan Bahaya Langkah 'Sembrono' Indonesia di Board of Peace
-
Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun