Suara.com - Kepolisian Resor Indragiri Hilir, Riau, menyelidiki pembunuhan sadis terhadap dua orang lanjut usia (Lansia), yang diduga menjadi korban perampokan dengan kekerasan.
"Harta milik korban dikuras pelaku pembunuhan, di antaranya sepeda motor, perhiasan emas dan uang tunai sekitar Rp23 juta lenyap dari rumah korban," kata Kepala Satuan Reserse dan Krim Polres Indragiri Hilir (Inhil) AKP Ade Zamrah kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (29/3/2015).
Ia menjelaskan, dua orang lansia yang menjadi korban adalah pasangan suami-isteri atas nama Harun (70) dan Mariyana (55). Sepasang kakek dan nenek itu adalah warga Desa Teluk Pantaian Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Inhil.
Kasus pembunuhan dan pencurian ini diketahui pada Sabtu pagi (28/3) sekitar pukul 08.30 WIB, saat tetangga korban bernama Ali mendatangi rumah tersebut.
Tetangga korban itu curiga karena tidak ada jawaban setelah berulang-kali mengetuk pintu. Warga akhirnya membuka paksa pintu rumah itu, dan menemukan keduanya sudah dalam kondisi tak bernyawa akibat jeratan tali di leher mereka.
"Pasangan suami istri ini ditemukan tewas dalam rumahnya. Kondisi kedua korban dijerat dengan tali di lehernya," ujar AKP Ade.
Hingga kini kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan dua lansia tersebut. Petugas Polres Inhil telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
Dari hasil penyelidikan awal, lanjutnya, dugaan sementara pelaku pembunuhan dan perampokan itu dilakukan oleh tetangga korban. Pelakunya diduga pasangan suami-isteri yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban.
"Ada dugaan kuat pelakunya sepasang suami-isteri yang masih tetangga korban juga. Saat ini pasangan itu sudah kabur dari rumahnya," ujar AKP Ade. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Nintendo Switch Disita, Viral Bocah 11 Tahun Tembak dan Bunuh Sang Ayah
-
Diduga Ancam Bunuh Kekasih, Begini Catatan Disiplin Pemain PSM Ricky Pratama
-
Viral Suami Bunuh Istri dan Anak di Tempat Umum, Terekam Acara Siaran Langsung
-
Sinopsis The Art of Sarah, Rahasia Besar dari Kaum Elite di Seoul
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
-
Wajib Tutup Selama Ramadan? Ini Daftar Tempat Hiburan Malam di Jaksel yang Disegel Pemprov DKI
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam
-
Tak Hanya Dipecat, Bripda Masias Kini Hadapi Proses Pidana, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Jaksa!
-
Menaker: THR 2026 Masih Mengacu pada Regulasi Lama, Batas Pembayaran H-7 Lebaran
-
Menpan RB: Rekrutmen CPNS 2026 Masih Disiapkan, Fresh Graduate Jadi Perhatian
-
Digugat 21 Guru Besar, MKMK Siap Putuskan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK Adies Kadir Pekan Ini
-
Geger Kabar Ratusan Pekerja Mie Sedaap Kena PHK, Menaker: Kita Monitor
-
Nasib Adies Kadir di MK di Ujung Tanduk? MKMK Segera Putuskan Laporan Dugaan Pelanggaran Etik