Suara.com - Amnesty International dalam laporan yang diluncurkan awal April mengenai Hukuman dan Eksekusi Mati di 22 negara, melaporkan paling tidak 607 eksekusi mati dilakukan di seluruh dunia tahun 2014. Angka ini menurun hampir 22 persen dibandingkan tahun 2013.
Campaigner - Indonesia & Timor-Leste Southeast Asia and Pacific Regional Office Amnesty International, Josef Roy Benedict dalam keterangan yang diterima Antara London, Kamis menyebutkan seperti tahun sebelumnya, angka ini tidak termasuk jumlah orang yang dieksekusi mati di Cina, di mana data tentang hukuman mati dianggap sebagai rahasia Negara.
Amnesty Internasional yang bermarkas di London menyebutkan paling tidak 2.466 orang divonis mati di 55 negara pada 2014, atau naik 28 persen dibanding dengan 2013.
Kenaikan ini banyak disebabkan oleh lonjakan tajam hukuman mati di Mesir (dari 109 di 2013 menjadi 509 di 2014) dan Nigeria (dari 141 menjadi 659), di mana pengadilannya menerapkan vonis massal kepada sejumlah orang di beberapa kasus.
Jumlah eksekusi mati yang dicatat Amnesty International di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menurun dari 638 di 2013 menjadi 491 di 2014. Kebanyakan eksekusi mati terjadi di Cina, Iran, Saudi Arabia, Iraq, dan Amerika Serikat .
Cina mengeksekusi mati lebih banyak orang dibanding jumlah eksekusi mati keseluruhan di dunia tetapi tingkat penggunaan hukuman mati di Cina tidak diketahui karena datanya dianggap sebagai rahasia negara. Angka 607 eksekusi mati di atas tidak mencakup angka eksekusi mati di Cina. Hingga akhir 2014, paling tidak 19.094 orang menyandang status terpidana mati di seluruh dunia.
Indonesia tidak melakukan eksekusi mati pada 2014. Namun demikian, hingga Maret 2015 tercatat enam eksekusi mati terkait kasus narkotika. Di Indonesia, ada 130 orang masih divonis mati hingga akhir tahun 2014, 64 di antaranya divonis mati karena kejahatan narkotika.
Selain itu, tercatat 229 warga negara Indonesia (WMI) yang menghadapi eksekusi mati di luar negeri, teramasuk 15 orang di Cina untuk kasus narkotika, 168 orang di Malaysia (112 orang untuk kasus narkotika dan 56 kasus pembunuhan), 38 orang di Arab Saudi, empat di Singapura (termasuk seorang kasus narkotika), dan masing-masing satu orang di Laos, di Vietnam untuk kasus narkotika. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina, Disebut Langkah Menuju Genosida
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno