Suara.com - Militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memberlakukan undang-undang baru untuk kaum lelaki yang mengenakan celana skinny jeans alias celana ketat. ISIS juga melarang warga yang tinggal di daerah kekuasaannya di Raqqa, Suriah, untuk menyimpan musik dalam telepon genggam mereka. Mereka yang melanggar, akan dijebloskan ke dalam penjara.
Hukuman penjara juga bakal diberikan bagi mereka yang kedapatan merokok atau terlambat bangun untuk mendirikan sholat subuh.
Hukuman untuk para pelanggar ini adalah penjara selama sepuluh hari. Selama itu, para pelanggar diharuskan mendalami agama Islam lagi.
Di akhir masa penjara, mereka diwajibkan mengikuti tes. Yang lulus akan dibebaskan sedangkan yang tidak akan diberi denda dan tetap dipenjara hingga lulus.
Kabar mengenai adanya aturan baru ini dibocorkan oleh kelompok kampanye anti-ISIS yang menamakan diri Raqqa is Being Slaughtered Silently (RBSS). Mereka membahayakan diri mereka masuk ke dalam kota untuk menggali informasi ini. RBSS mengatakan, sanksi ini masih rapuh dan berubah-ubah. Tapi tiap hari, aturan itu cenderung kian ketat, demikian seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (3/4/2015).
Seorang warga setempat yang bernama Jassem mengatakan, aturan ini membuat puluhan orang meninggalkan kota. Sebab, hal itu dinilai tidak sesuai dengan hukum syariah yang ada.
"ISIS meninggikan denda dan menggunakan intimidasi kepada masyarakatnya. Ini yang menyebabkan mereka melakukan imigrasi dan kabur," kata dia.
"Kebebasan berekspresi adalah kriminal. Jika melanggar maka Anda akan ditangkap atas tuduhan pelanggaran hukum Allah. Padahal itu jauh (dari hukuman Allah)," sambungnya.
Awal bulan ini, ISIS bahkan melakukan pembakaran massal rokok sebagai bentuk kampanye anti rokok. Selain itu mereka membawa poster bergambar paru-paru manusia yang terbakar akibat rokok. Hal itu ditujukan untuk menyadarkan warga akan bahaya rokok. Karena menurut mereka, merokok sama saja dengan 'bunuh diri secara perlahan'.
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen