Gunung Tambora (tourismnews.co.id)
Presiden Joko Widodo akan menghadiri peringatan 200 tahun letusan Gunung Tambora di kawasan sabana Doro Ncanga, Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jokowi juga akan meresmikan hutan Tambora menjadi Taman Nasional Tambora.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengharapkan kawasan ekowisata Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dapat menjadi penggerak pariwisata daerah tersebut.
"Saya rasa seharusnya bisa seperti itu, saya nilai pelaksanaan 'event' (Tambora Menyapa Dunia, red.) berhasil menjadi perhatian nasional kemudian dunia. Mudah-mudahan bisa menjadi 'event' tahunan," kata Yahya saat meninjau persiapkan pelaksanaan kegiatan itu di kawasan sabana Doro Ncanga, Jumat (10/4/2015) sore.
Ia mengatakan pada masa mendatang, Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat dapat menjadi salah satu destinasi wisata utama Indonesia sama seperti Bali dan wilayah lainnya. "Tahun ini ditargetkan kunjungan satu juta wisatawan ke Nusa Tenggara Barat," kata Arief.
Arief mengklaim pengembangan wisata di NTB akan terus melaju. Terutama setelah Jokowi mengunjungi kawasan Mandalika Kabupaten Lombok Tengah dengan mengatakan komitmennya untuk memberikan Penanaman Modal Negara (PMN) bagi Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC).
"Mandalika itu berita bagus 'ground breaking' Agustus Presiden janjikan tambahan PMN Rp1,8 triliun Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika," katanya.
Ia menilai pemerintah memang seharusnya memberikan dorongan bagi pengembangan pariwisata, termasuk pembangunan infrastruktur dan pembelian stimulus dalam bentuk lainnya. Arief Yahya berharap pembangunan pariwisata dapat terus dikembangkan. (Antara)
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengharapkan kawasan ekowisata Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dapat menjadi penggerak pariwisata daerah tersebut.
"Saya rasa seharusnya bisa seperti itu, saya nilai pelaksanaan 'event' (Tambora Menyapa Dunia, red.) berhasil menjadi perhatian nasional kemudian dunia. Mudah-mudahan bisa menjadi 'event' tahunan," kata Yahya saat meninjau persiapkan pelaksanaan kegiatan itu di kawasan sabana Doro Ncanga, Jumat (10/4/2015) sore.
Ia mengatakan pada masa mendatang, Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat dapat menjadi salah satu destinasi wisata utama Indonesia sama seperti Bali dan wilayah lainnya. "Tahun ini ditargetkan kunjungan satu juta wisatawan ke Nusa Tenggara Barat," kata Arief.
Arief mengklaim pengembangan wisata di NTB akan terus melaju. Terutama setelah Jokowi mengunjungi kawasan Mandalika Kabupaten Lombok Tengah dengan mengatakan komitmennya untuk memberikan Penanaman Modal Negara (PMN) bagi Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC).
"Mandalika itu berita bagus 'ground breaking' Agustus Presiden janjikan tambahan PMN Rp1,8 triliun Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika," katanya.
Ia menilai pemerintah memang seharusnya memberikan dorongan bagi pengembangan pariwisata, termasuk pembangunan infrastruktur dan pembelian stimulus dalam bentuk lainnya. Arief Yahya berharap pembangunan pariwisata dapat terus dikembangkan. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan