Suara.com - Pebalap nasional Rio Haryanto gagal mendapatkan tambahan poin saat tampil pada seri ketiga lomba balap mobil GP2 Series di Sirkuit Monte Carlo, Monako, yang berakhir Sabtu (23/5) waktu setempat.
Cep Goldia, Media Relations Rio dalam surat elektroniknya yang diterima di Antara, Minggu (24/5/2015), menyebutkan, pada race kedua atau Sabtu (23/5/2015) Rio Haryanto gagal menyentuh garis finis karena terlibat kecelakaan dengan pebalap lainnya.
Sebelumnya pada feature race Jumat (22/5/2015), Rio yang tergabung dalam tim Campos Racing hanya menempati posisi ke-16. Dengan hasil ini maka Rio yang mendapat dukungan dari Pertamina melorot posisinya pada klasemen sementara dari dua menjadi tiga dengan total nilai 49.
Posisi pertama tetap ditempati pebalap tim ART Grand Prix Stoffel Vandoorne dengan total nilai 114 sedangkan kedua ditempati pebalap asal Amerika Serikat dari tim Racing Engineering, Alexander Rossi dengan total nilai 70.
Insiden tabrakan sudah tidak asing lagi di sirkuit jalan raya Monte Carlo yang sempit ini. Tak lama setelah start, Johnny Cecotto dan Zoel Amberg bertabrakan selepas tikungan pertama. Rio yang tergabung dalam tim Campos Racing dengan dukungan Pertamina pun tidak berkesempatan menghindari kecelakaan pada lap pembuka.
Sebenarnya sejak awal Rio telah berhati-hati mengemudikan mobilnya dan memberi banyak ruang di sisi dalam menuju Hairpin Grand Hotel. Namun, Nato yang berada dua posisi di belakang Rio justru menggiring pembalap asal Solo, Jateng, tersebut ke mobil Rene Binder di sisi luar.
Rio kemudian terjepit di antara dua kompetitor. Hampir mustahil melewati tikungan paling lambat di kalender GP2 tersebut dengan tiga mobil berdampingan sekaligus. Roda kanan depan Nato dan roda kiri belakang Binder pun merusak sayap depan Rio. Akhirnya, Rio harus terhenti di dinding pembatas ditambah dengan kerusakan roda dan suspensi.
Penalti tambahan waktu 10 detik kemudian diberikan kepada Nato. Hukuman itu nampak tidak setimpal mengingat ia masih mampu mencapai finis sedangkan Rio tidak bisa melanjutkan perlombaan.
Sekadar catatan, Nato juga melakukan manuver serupa di feature race Jumat (22/5/2015) yang memaksa Marco Sorensen tersingkir. Pada feature race di Bahrain (18/4), Nato bahkan menyebabkan kecelakaan beruntun yang mengeliminasi tiga peserta lain, termasuk di antaranya rekan setim Rio asal Prancis, Arthur Pic.
Awan mendung di atas langit terlihat mengancam pada permulaan lomba namun hujan deras tidak kunjung turun. Kecelakaan besar lainnya lalu terjadi di zona pengereman setelah terowongan. Mobil Jordan King sampai harus melayang ke udara setelah terlibat insiden dengan Pierre Gasly.
Akhirnya, Richie Stanaway dari Selandia Baru menjadi pemenang sprint race. Sementara itu rekan satu tim Rio Haryanto, Arthur Pic berhasil finis di urutan enam dan kembali menjadi indikator bahwa mobil-mobil Campos Racing mampu bersaing kompetitif. Pentas GP2 dijadwalkan akan kembali digelar di Spielberg, Austria (19-21 Juni).
"Saya mohon maaf karena tidak mendapatkan poin pada balapan di Monako. Pada babak kualifikasi, saya tidak mendapatkan waktu terbaik karena tertahan 'yellow flag'," kata Rio Haryanto.
Menurut dia, balapan di Monte Carlo yang sempit kuncinya ada di posisi start dan strategi yang tepat. Konsentrasi penuh juga diperlukan untuk mencapai finis karena kemungkinan menyalip sangat tipis.
"Mohon doanya untuk keberhasilan di ronde berikutnya. Saya harus tetap menjaga semangat demi Merah Putih," tutup Rio.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Cerita Warga Terjebak di Lantai 9: Gempa Venezuela Mengerikan dan Menakutkan
-
Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela
-
Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira
-
Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana
-
Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan
-
Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo
-
Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan