Suara.com - Margriet Christina Megawe (Margaret) dipastikan akan dihadirkan dalam rekontsruksi yang akan digelar oleh Polresta Denpasar, Senin (6/7/2015).
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Polisi, Ronny F Sompie mengatakan, setiap tersangka punya hak untuk menolak dilakukannya pemeriksaan. Tetapi saat rekonstruksi setiap tersangka harus hadir dalam acara tersebut.
Sompie mengakui, ketika tersangka menolak dan dipaksa untuk mengikuti kegiatan itu bisa diartikan melanggar hak manusia.
"Tetapi peraturan adanya penyidik berhak memaksa tersangka untuk diperiksa itu sudah masuk dalam undang-undang. Dan itu diperbolehkan. Jadi tidak ada alasan untuk menolak sepanjang penyidik menginginkan kehadiran tersangka nyonya M," jelasnya, di Denpasar, Minggu (5/7/2015).
Dia menerangkan, setiap penyidik punya wewenang dalam menghadirkan tersangka saat rekontruksi.
"Para penyidik berhak membuat nyonya M hadir pada rekontruksi besok," jelasnya.
Dia menambahkan, jika Margaret menolak dalam pemeriksaan masih bisa ditolerir. Namun kalau menolak untuk hadir dalam rekonstruksi, penyidik berhak untuk memaksa Margaret untuk hadir dalam rekonstruksi.
Seperti diketahui bahwa Margaret beberapa kali menolak untuk diperiksa sebagai tersangka pembunuh Engeline Margriet Megawe (Angeline) anak angkatnya itu. [Luh Wayanti]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
-
Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas
-
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset, ICW: Jangan Sekadar Lip Service
-
Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong
-
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!
-
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan BPJS PBI Nonaktif, Puluhan Laporan Masuk
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI