Suara.com - Warga di Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, memblokade jalan utama wilayah tersebut untuk mendesak Dinas Kesehatan mengganti kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Abepantai dengan pejabat yang lebih merakyat dan mementingkan pelayanan kesehatan.
Pantauan di lapangan, Senin pagi, (27/7/2015) Puskesmas Abepantai yang terletak di samping kantor Kelurahan Abepantai, Kota Jayapura atau tepatnya di Jalan Protokol Kota Jayapura-Kabupaten Keerom itu, sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIT kembali di blokade oleh warga setempat.
Sebelumnya, pada pekan kemarin, warga Abepantai juga memblokade Puskesmas tersebut.
Warga menuding kepemimpinan kepala Puskesmas saat ini kurang memberikan pelayanan kesehatan dan sering tidak ada ditempat.
Terhitung tiga lembar spanduk berukuran dua lali satu meter, yang masing-masing diikatkan pada pagar pintu masuk-keluar Puskesmas.
Pada salah satu spanduk bertuliskan, 'Kami minta Kepala Dinas Kesehatan harus mencari pengganti yang dapat menyatu dengan masyarakat'.
Lalu, spanduk lainnya, berbunyi 'Kami meminta pertanggungjawaban atas pengancaman yang diberikan oleh kepala dinas atau Puskesmas Abepantai kepada kami sebagai masyarakat adat'.
Selain, memasang spanduk, warga pemblokade, juga meletakkan pelepah daun pohon kelapa di pintu gerbang masuk Puskesmas sebagai tanda dilarang beraktivitas dan ada blokade.
Kepala Kelurahan Abepantai, Rini Imelda Tjoe yang ditemui di lapangan, mengaku warga yang blokade kecewa dengan kepala Puskesmas saat ini.
"Saya mengira warga hanya ingin menyalurkan aspirasinya. Kalau lebih lanjut ada baiknya menanyakan hal ini ke pejabat berwenang," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Arif Dwi Darmanto, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya belum menjawab terkait pemblokadean Puskesmas Abepantai tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua
-
Syiar Muhammadiyah di Papua Barat: Rektor UMPB Pastikan RTL Baitul Arqam Berjalan Tuntas
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua
-
Baitul Arqam PWM Papua Barat Tuntas Digelar, Cetak Kader Kokoh Berlandaskan Islam Berkemajuan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia