Suara.com - Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada bekas anak buah Jero Wacik, Waryono Karno.
Selain pidana penjara, Majelis Hakim yang diketuai oleh Artha Theresia Silalahi membebankan denda sebesar Rp300 juta, subsidier tiga bulan kuringan kepadanya.
Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.
"Menjatuhkan hukuman kepaada terdakwa Waryono Karno berupa pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Artha saat membacakan amar putusan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).
Majelis hakim tidak membebani Waryono dengan membayar uang ganti rugi kepada negara.
Pertimbangannya, penyidik sudah menyita sebesar 284.862 dolar AS saat penggeledahan kantor Setjen ESDM, termasuk Rp150 juta yang dinikmati Waryono dari seluruh kerugian negara.
"Terdakwa tidak perlu lagi membayar ganti rugi keuangan negara," kata hakim anggota Syaiful Aris.
Hukuman tersebut lebih ringan tiga tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntutnya denagan pidana penjara selama sembilan tahun dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.
JPU juga menuntutnya untuk membayar ganti rugi keuangan negara sebesar Rp150 juta.
Waryono dinyatakan terbukti melakukan korupsi terkait kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung kantor Setjen ESDM.
Perbuatan itu dilakukan bersama Kepala Bidang Pemindahtanganan, Penghapusan, dan Pemanfaatan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM Sri Utami. Perbuatannya itu merugikan negara sebesar Rp11,124 miliar.
Dia juga dinyatakan terbukti menyuap mantan Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana sebesar 140 ribu dolar AS untuk memuluskan pembahasan APBNP 2013 Kementerian ESDM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!