Suara.com - Senator Ferdinand Marcos, putra mendiang Ferdinand Marcos, mengumumkan niat mencalonkan diri untuk wakil presiden dalam pemilihan Presiden Filipina pada Mei tahun depan. Namun Marcos junior tidak mengatakan calon presiden mana yang akan menjadi pasangannya.
"Saya memutuskan menempatkan keberuntungan politik saya di tangan rakyat Filipina," demikian Marcos dalam pernyataannya.
Pengumuman ini meramaikan bursa pemilihan presiden Filipina yang juga melibatkan janda politisi tenar, Leni Robredo. Robredo menerima tawaran partai berkuasa untuk merebut jabatan wakil presiden dalam pemilihan umum pada Mei itu.
"Setelah pencarian jiwa mendalam, perembukan luas dan doa yang khusuk, saya menerima tantangan untuk merebut jabatan wakil presiden bagi Menteri Mar Roxas," kata Leni Robredo di depan kerumunan massa pendukungnya di Manila.
Ia akan menjadi pasangan mantan Menteri Dalam Negeri Manuel Roxas, yang maju untuk mengisi jabatan yang akan ditinggalkan Benigno Aquino.
Marcos tua digulingkan dalam gerakan rakyat pada 1986 dan meninggal di pengasingan pada 1989. Istrinya, Imelda yang kini beruur 86 tahun, adalah anggota kongres.
Pengulas menyatakan Robredo akan membawa kehangatan dan pintu masuk pada citra Roxas sebagai teknokrat lugas.
Robredo selama ini dikenal sebagai pengacara pembantu petani dan nelayan miskin serta menjadi lawan teguh korupsi. Almarhum suaminya, Jesse Robredo, adalah menteri dalam negeri ketika tewas dalam kecelakaan pesawat pada 2012.
"Saya menawarkan seluruh diri saya untuk rakyat negara kita, terutama yang memakai sandal jepit di jalan, di bawah, dan di pinggiran masyarakat kita," kata Robredo kepada kerumunan, menggemakan perang suaminya sebagai pemimpin kaum miskin.
Aquino mendorong Roxas, cucu presiden pertama pasca-perang negara, untuk memimpin partai berkuasa mengikuti pemilihan umum. Menurut pengamat, Robredo, pengacara berusia 51 tahun perebut kursi di Kongres pada 2013, bakal meningkatkan kemungkinan Roxas untuk jabatan tersebut.
Peringkat ketenaran Roxas memang terus melonjak, meski menurut survai terkini, ia masih di tempat ketiga, tertinggal dari senator pemula Rahmat Poe dan wakil presiden bertahan Jejomar Binay.
Lebih dari 54 juta warga Filipina akan memilih presiden dan wakil presiden baru serta sekitar 18.000 anggota parlemen dan pejabat daerah dalam pemilihan umum enam tahun sekali.
Pemodal mengamati saksama pemilihan umum itu, cemas bahwa pergantian politik di salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia itu dapat menggelincirkan keuntungan selama pemerintahan Aquino.
Di bawah Aquino, Filipina mengalami pertumbuhan tahunan lebih dari enam persen, catatan terbaik lima tahun dalam beberapa dasawarsa. Presiden itu, yang dibatasi undang-undang dasar untuk hanya satu masa bakti, juga berjuang mengendalikan korupsi.
"Pemodal mencari kelanjutan dari keseluruhan pemerintahan tapi dengan lebih memperhatikan kinerja saat ini," kata Steve Rood dari Yayasan Asia kepada Reuters. (Reuters)
Berita Terkait
-
Presiden Marcos Bantah Terlibat Pemakzulan Wapres Sara Duterte
-
Akankah Sara Duterte Lengser? Senat Filipina Akan Putuskan Nasib Wapres
-
Marcos Halangi Pemakzulan Wapres Duterte: "Buang-buang Waktu!"
-
Wapres Filipina Dituntut Ancaman Pembunuhan Presiden Marcos, Apa Motif Sebenarnya?
-
Ini Kata Departemen Kehakiman Filipina soal Ancaman Wapres Duterte ke Presiden Marcos
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029