News / Metropolitan
Sabtu, 10 Oktober 2015 | 05:47 WIB
Putri Nur Fauziah alias Eneng. (Suara.com/ Nur Habibie)

Suara.com - Tim Pusat Laboraturium Forensik Polri, Jumat (9/10/2015) malam sekitar pukul 22.30 WIB memeriksa belakang rumah seorang lelaki bernama Agus Dermawan alias Agus Pea, di Jalan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat. Agus ini dicurigai sebagai pelaku. Namun belum ditetapkan sebagai tersangka.

Malam itu, lima orang tim Puslabfor ini memeriksa sebuah tungku (tempat untuk membakar) yang ditutupkan dengan karung beras berwarna putih. Tungku itu dilapisi pelastik kresek berwarna merah.

Dalam tungku itu masih ada bekas sisa-sisa pembakaran kardus.

Sebelumnya, Supartini, salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Agus tinggal mengatakan kabar Putri meninggal secara tragis beredar luas. Saat kabar Putri ditemukan tewas, Agus terlihat membakar kardus-kardus di rumah.

"Agus bakar kardusnya setelah kejadian Eneng (Putri) meninggal. Tapi saya masih belum curiga," kata Supartini.

Tak lama tungku dibawa dengan kardus dan beberapa alat bukti lainnya yang dibungkus dengan dua kantong kresek berwarna merah dan satu karung beras berwarna putih.

Menurut keterangan dari salah satu petugas, tungku tersebut nantinya akan dibawa ke Polsek Kalideres, Jakarta Barat.

"Bawa langsung ke polsek ayo pak," kata salah seorang petugas yang sambil masuk ke dalam mobil Puslabfor.

Selain itu, para warga yang datang sejak sore dan yang telah menanti di lokasi olah TKP hanya bisa terdiam di lokasi. Mereka berharap untuk bisa menantikan kedatangan tersangka sia-sia.

Putri merupakan murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB.

Putri dibunuh dan jenazahnya dimasukkan dalam kardus. Saat ditemukan, bagian kemaluan dan mulut mengeluarkan darah. Tangannya diikat lakban, dia ditelanjangi. (Nur Habibie)

Load More