Suara.com - Tim Pusat Laboraturium Forensik Polri, Jumat (9/10/2015) malam sekitar pukul 22.30 WIB memeriksa belakang rumah seorang lelaki bernama Agus Dermawan alias Agus Pea, di Jalan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat. Agus ini dicurigai sebagai pelaku. Namun belum ditetapkan sebagai tersangka.
Malam itu, lima orang tim Puslabfor ini memeriksa sebuah tungku (tempat untuk membakar) yang ditutupkan dengan karung beras berwarna putih. Tungku itu dilapisi pelastik kresek berwarna merah.
Dalam tungku itu masih ada bekas sisa-sisa pembakaran kardus.
Sebelumnya, Supartini, salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Agus tinggal mengatakan kabar Putri meninggal secara tragis beredar luas. Saat kabar Putri ditemukan tewas, Agus terlihat membakar kardus-kardus di rumah.
"Agus bakar kardusnya setelah kejadian Eneng (Putri) meninggal. Tapi saya masih belum curiga," kata Supartini.
Tak lama tungku dibawa dengan kardus dan beberapa alat bukti lainnya yang dibungkus dengan dua kantong kresek berwarna merah dan satu karung beras berwarna putih.
Menurut keterangan dari salah satu petugas, tungku tersebut nantinya akan dibawa ke Polsek Kalideres, Jakarta Barat.
"Bawa langsung ke polsek ayo pak," kata salah seorang petugas yang sambil masuk ke dalam mobil Puslabfor.
Selain itu, para warga yang datang sejak sore dan yang telah menanti di lokasi olah TKP hanya bisa terdiam di lokasi. Mereka berharap untuk bisa menantikan kedatangan tersangka sia-sia.
Putri merupakan murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB.
Putri dibunuh dan jenazahnya dimasukkan dalam kardus. Saat ditemukan, bagian kemaluan dan mulut mengeluarkan darah. Tangannya diikat lakban, dia ditelanjangi. (Nur Habibie)
Berita Terkait
-
Bahas Masalah Kekerasan Anak di KPAI Hasilkan Delapan Poin
-
Polisi Temukan Empat Alat Bukti di Rumah Saksi Bocah Dalam Kardus
-
Nasib Saksi Bocah Dalam Kardus, Kapolda Minta Korban Lapor Resmi
-
Polisi Ungkap Kondisi Mengerikan yang Dialami Bocah Dalam Kardus
-
Polisi Olah TKP di Rumah Saksi Kasus Bocah Dalam Kardus
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
-
Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina
-
Fokus Urus Perut Rakyat, AHY Ingatkan 2029 Masih Lama Saat Ditanya Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN