Suara.com - Puluhan karangan bunga dari pejabat negara menghisasi acara resepsi pernikahan putri kandung Ketua DPR RI Setya Novanto, Dwina Michella, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2015).
Pantuan Suara.com, pejabat negara yang mengirimkan karangan bunga di pernikahan Putri Novanto antara lain Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Badrorin Haiti, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto, Bos MNC Grup Harry Tanoesoedibyo dan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi.
Selain itu, kiriman karangan bunga dari Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Ketua BPK Harry Azhar Azis dan Gubernur Banten Rano Karno juga terlihat di lokasi resepsi.
Di pelataran lobi gedung juga terparkir sebuah mobil mewah merek Roll Royce bernomor polisi B 33.
Beberapa tamu undangan juga telah hadir di acara tersebut, yakni anggota Mahkamah Kehormatan Dewan Adies Kadir, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, politisi Partai Golkar John Kennedy.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) meliburkan diri dari pekerjaan di DPR lantaran sibuk menggelar hajatan pernikahan putrinya di Hotel Mulia, Senayan Jakarta.
"Beliau hari ini ada acara (resepsi pernikahan)," kata Kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya saat dikonfirmasi, Jumat (4/12/2015).
Disinggung mengenai pemanggilan Majelis Kehormatan Dewan (MKD), Firman mengaku kliennya belum menerima surat resmi. Dia menegaskan bahwa Setnov akan kooperatif dengan MKD untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran etik yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak karaya.
"Belum ada (surat pemanggilan), sampai saat ini belum saya ketahui apakah sudah sampai atau belum suratnya. Pak Setya Novanto profesional, kalau ada panggilan dari MKD pasti akan dihormati," ujarnya.
Dia memastikan kliennya pasti akan hadir bila dipanggil MKD selama jadwalnya tidak berbenturan dengan pekerjaannya sebagai Ketua DPR.
"Kalau tidak ada halangan pasti datang," tandasnya.
Berita Terkait
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta