Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat memusnahkan 27.118 surat suara. Surat suara ini dinilai tidak layak untuk pilkada serentak 9 Desember 2015.
Katua KPU Kabupaten Pasaman Jajang Fadli mengatakan pemusnahan disaksikan kepolisian, Panitian Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), Kesbangpol, dan Satpol PP. Serta pihak terkait lainnya, termasuk perwakilan dari pasangan calon.
"Surat suara yang tidak terpakai harus dimusnahkan agar tidak disalahgunakan, dan nantinya dapat mengakibatkan konflik dalam pilkada didaerah ini," kata Jajang di Lubuk Sikaping, Sabtu (5/12/2015).
Ia menambahkan, surat suara yang dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut, berupa surat suara rusak dan juga yang tidak terpakai atau berlebih.
Meski sebenarnya surat tersebut dapat dikatakan tidak ada rusak, namun itu merupakan sisa dari kebutuhan surat suara bagi daerah ini berdasarkan jumlah pemilih yang ada.
Jumalah surat suara yang dimusnahkan 27.118 lembar tersebut terdiri dari 7.264 lembar surat suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta 19.854 untuk pemilihan bupati dan wakil bupati.
Pemusnahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU Kabupaten Pasaman, dengan nomor KPU-Kab.003.435064/XII-2015.
"Setelah pemusnahan ini, maka besok (6/12) pendistribusian surat suara ke 12 kecamatan akan mulai dilakukan," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Pasaman AKBP Agoeng S Widayat berharap pilkada dapat berjalan dengan baik, dan tidak ada kecurangan sehingga pesta demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar merupakan pilihan rakyat.
"Kami berharap situasi kondusif tetap terjaga di daerah ini sehingga pilkada dapat berjalan dengan aman dan lancar," kata Agoeng.
Kebutuhan surat suara di daerah itu mencapai 191.748 lembar, berdasarkan jumlah pemilih yang ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) yakni 186.760 jiwa ditambah 2,5 persen dari jumlah tersebut, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sedangkan untuk DPTB-1 berjumlah 387 orang. Sehingga jumlah pemilih di daerah tersebut menjadi 187.147 jiwa, dari tambahan jumlah DPT sebanyak 186.760 jiwa. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan