Suara.com - Pemerintah Pusat menilai Kota Depok cukup berhasil dalam melakukan pengelolaan sampah yang sudah dimulai dari rumah tangga. Sehingga bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.
"Kita ingin mendapat masukan mengenai sistem pengelolaan sampah di Kota Depok yang dapat diterapkan di berbagai daerah dari para pemangku kepentingan terkait," kata Kepala Bidang Utilitas Kemenko Perekonomian, Masduki, di Balai Kota Depok, Senin (14/12/2015).
Masduki mengatakan bahwa pertemuan yang dihadiri perwakilan dari beberapa daerah ini guna mendapatkan strategi dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di daerah dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target 100 persen layanan pengelolaan sampah.
Ia mengatakan bahwa pertemuan yang dihadiri perwakilan dari beberapa daerah ini guna mendapatkan strategi dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di daerah dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target 100 persen layanan pengelolaan sampah.
Untuk itu, Kementerian Koordinator Perekonomian melalui Deputi Telematika dan Utilitas menunjuk Kota Depok sebagai tuan rumah pelaksanaan Workshop Urgensi Pembangunan Sistem Pengelolaan Sampah di Daerah.
Saat ini kota yang berdiri pada 27 April 1999 sudah mempunyai regulasi yang jelas melalui Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah bisa dijadikan sebagai kekuatan hukum yang dapat mengubah cara pandang tentang pengelolaan sampah dan adanya keberadaan bank sampah.
Sementara itu Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengungkapkan problematika bangsa Indonesia sebagai negara agraris memiliki lahan cukup luas dan sangat akrab dengan alam. Sehingga menganggap sampah cukup diserap oleh alam.
Nur Mahmudi mengaku ketika dirinya awal-awal menjabat Wali Kota Depok permasalahan sampah sangat kompleks ditemui. Sampai akhirnya terbit Perda tentang pengolahan sampah butuh perjuangan dan kerjasama yang solid dengan semua stakeholder.
"Awalnya banyak pertentangan dari banyak pihak mengenai pengelolaan sampah ini, namun alhamdulillah saat ini Depok sudah memiliki lebih dari 500 bank sampah yang tersebar di 11 kecamatan,"jelasnya.
Saat ini pun dengan jumlah warga hingga 2 juta 100 ribu jiwa dan 400 kepala rumah tangga, Pemkot Depok terus berupaya agar jumlah bank sampah yang ada terus bertambah keberadaannya.
"Kami menargetkan dari 900 RW yang ada sekarang, minimal tiap 1 RW harus ada 1 bank sampah berdiri," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Ton Emas Sehari
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov