Suara.com - Tawuran antar dua kelompok kembali memakan korban jiwa. Anggi Hermanto (28) tewas terkena sabetan senjata tajam saat terjadi tawuran antar dua kelompok di Jalan Al Munawaroh, Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (3/1/2015) dini hari tadi.
Kepala Satua Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto mengatakan tawuran bermula saat kedua kelompok saling serang di Jalan Kapuk Raya, pada pukul 02.00 WIB.
"Dua kelompok pemuda yang jumlah setiap kelompoknya sekitar 20 orang datang dari sisi berlawanan dengan membawa celurit, pedang dan batu," kata Didik saat dihubungi, Minggu (3/1/2016)
Saat terjad bentrokan tersebut korban melarikan diri, namun salah satu pelaku mengejarnya dan kemudian langsung membacokan celurit ke bagian tubuh korban.
"Koban yang ikut dalam peristiwa tawuran ini langsung kabur ke arah Gang Munawaroh. Rupanya ia dikejar oleh sekelompok orang, karena tersesat ia pun akhirnya dibacok sejumlah rivalnya dengan celurit," kata Didik. "Ia pun terkapar di pinggir jalan dengan luka yang sangat parah disekujur tubuhnya."
Kemudian, kata dia, ada beberapa warga yang menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah saki terdekat. Akan tetapi nyawa korban tidak dapat tertolong karena luka yang dialami korban cukup parah.
"Namun nahas, ia pun akhirnya tewas karena kehabisan darah," katanya.
Lebih lanjut, Didik mengaku jika pihaknya saat ini masih menyelidiki asal muasal terjadinya bentrokan dan mendalami beberapa keterangan saksi untuk menangkap pelaku pembacokan.
"Fokus kami mencari tahu identitas dua kelompok masyarakat yang berterlibat tawuran ini. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengechek Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji
-
Ancaman PHK Gegara Impor Mobil Pick Up India, Buruh Minta KPK Turun Tangan Jaga Uang Rakyat